Jakarta, Jatimmandiri.id – Indonesia dan Kanada menjajaki perluasan kerja sama investasi di sektor mineral kritis, pupuk, minyak dan gas, hingga energi nuklir. Pembahasan dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Perdana Menteri Kanada Mark Carney di sela Canada Investment Summit di Toronto.
“Kami mengapresiasi penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama ini sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kanada dalam menggalang investasi global. Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor unggulan kedua negara,” ujar Airlangga.
Kedua pihak membahas potensi investasi potash untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional serta peluang kemitraan migas. Kerja sama mineral kritis juga menjadi perhatian melalui kerangka Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).
Indonesia dan Kanada sama-sama merupakan produsen mineral kritis sehingga memiliki kepentingan membangun rantai pasok yang aman dan berkelanjutan. Di bidang energi, Airlangga berharap kolaborasi nuklir, termasuk pengembangan ekosistem Small Modular Reactor (SMR), dapat mendukung ketahanan energi jangka panjang.
Airlangga juga berharap ICA-CEPA segera berlaku efektif pada akhir tahun sehingga dapat dimanfaatkan pelaku usaha, terutama dalam sektor pangan, energi, dan mineral kritis. Saat ini Kanada mencatat perjanjian tersebut berstatus sudah ditandatangani dan belum berlaku.
Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab akan menindaklanjuti hasil pertemuan melalui koordinasi dengan otoritas Kanada di Ottawa. Pertemuan ini berlangsung menjelang 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kanada pada 2027.












