Nasional

Heboh Jenderal Terkait Sadap Prabowo, Ini Kata Mabes Polri

Penulis: Hari Agung
×

Heboh Jenderal Terkait Sadap Prabowo, Ini Kata Mabes Polri

Sebarkan artikel ini
Sadap prabowo
Example 468x60

Intisari Berita:

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id
  • Beredar rumor di media sosial mengenai penangkapan sejumlah perwira tinggi dan jenderal Polri terkait isu penyadapan Presiden Prabowo Subianto.
  • Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan kabar tersebut belum terkonfirmasi dan kepolisian tengah melakukan proses evaluasi.
  • Mabes Polri mengimbau masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah kabar tanpa sumber resmi serta bijak memerangi hoaks di ruang digital.

Jakarta, Jatimmandiri.id — Jagat media sosial dihebohkan oleh desas-desus mengenai kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi (pati) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas dugaan keterlibatan kasus penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Narasi yang viral tersebut mengklaim adanya operasi pengamanan terhadap perwira tinggi hingga level jenderal terkait dugaan penyadapan terkoordinasi terhadap petinggi negara.

Merespons kegaduhan informasi liar tersebut, Mabes Polri secara tegas menyatakan bahwa kabar penangkapan maupun penahanan sejumlah jenderal tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta resmi. Hingga saat ini, korps bhayangkara masih terus mendalami dan melakukan pengecekan faktual di internal organisasi.

Respons Kadiv Humas Polri: Proses Evaluasi Masih Berjalan

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, memberikan tanggapan awal terkait isu sensitif yang tengah menjadi bola liar di ruang publik digital tersebut.

Dalam keterangan resminya pada Selasa (3/11/2026), Johnny belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai rumor penahanan perwira tersebut, namun memastikan pihaknya tengah menelusuri kebenaran informasi yang berkembang.

“Nanti kami cek proses evaluasinya, ya, seperti itu,” ujar Johnny singkat.

Imbauan Jaga Ruang Digital dari Disinformasi

Melihat potensi kegaduhan yang dapat memicu keresahan masyarakat luas, Johnny mengingatkan publik agar tidak serta-merta mempercayai informasi yang berseliweran tanpa rujukan otoritas yang sah.

Baca Juga  Polri Larang Seluruh Personel Gunakan Vape, Pelanggar Terancam Sanksi

Ia menekankan pentingnya masyarakat melakukan verifikasi mandiri dan hanya merujuk pada kanal-kanal informasi yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Saling bahu-membahu, wujudkan Indonesia di ruang publik, di ruang digital dengan informasi yang tepat, terpercaya, mencerdaskan bagi masyarakat. No hoax, no disinformasi,” tegas mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut.

Klaim 6 Perwira hingga Nama Jenderal Bintang Empat

Berdasarkan pantauan arus informasi di jejaring media sosial, kabar burung ini bermula dari klaim adanya penahanan terhadap enam personel kepolisian yang terdiri dari perwira tinggi (jenderal) dan perwira menengah (pamen) Polri.

Rumor Belum Terverifikasi dan Belum Menjadi Fakta Hukum

Isu tersebut lantas bergulir liar dengan menyeret narasi konspirasi dugaan penyadapan terhadap pejabat tinggi negara, termasuk nama Presiden Prabowo Subianto. Bahkan dalam perkembangan rumor yang beredar, sempat muncul klaim yang mengaitkan perkara tersebut dengan figur seorang jenderal bintang empat.

Kendati demikian, seluruh daftar nama dan spekulasi jabatan yang beredar luas di jagat maya tersebut dipastikan belum pernah diverifikasi atau dirilis secara resmi oleh institusi kepolisian. Mengingat Mabes Polri masih berfokus melakukan validasi data dan evaluasi internal, masyarakat diimbau untuk bersikap kritis serta menghentikan penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya demi menjaga ketertiban umum.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *