Jatim

Haul Akbar HJL ke-457, Bupati Yes Ajak Warga Perkuat Syukur dan Doa untuk Lamongan

×

Haul Akbar HJL ke-457, Bupati Yes Ajak Warga Perkuat Syukur dan Doa untuk Lamongan

Sebarkan artikel ini
Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni bertambahnya usia Kabupaten Lamongan.
Example 468x60

Lamongan, Jatimmandiri.id – Peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457 menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa syukur sekaligus merefleksikan perjalanan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga penguatan ketahanan sosial serta spiritual masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menghadiri Majelis Dzikir Maulidurrasul SAW dan Haul Al-Khidmah yang digelar di Alun-Alun Lamongan, Minggu (31/5/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Mengusung tema “Tumbuh Bersama, Wujudkan Ketangguhan Pangan dan Sosial”, rangkaian peringatan HJL ke-457 menjadi wujud syukur atas berbagai capaian pembangunan yang telah diraih sekaligus ikhtiar bersama untuk mewujudkan Lamongan yang semakin maju dan sejahtera.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni bertambahnya usia Kabupaten Lamongan.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi sarana memperkuat kebersamaan, rasa syukur, serta memanjatkan doa demi keberlangsungan pembangunan daerah.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama memperingati haul akbar dalam rangka Hari Jadi Lamongan ke-457. Ini bukan hanya tentang bertambahnya usia Kabupaten Lamongan, tetapi menjadi momentum memperkuat rasa syukur sekaligus mengetuk langit dengan doa dan dzikir bersama agar Lamongan senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana,” ujar Pak Yes.

Ia menjelaskan, pembangunan ekonomi harus berjalan seimbang dengan penguatan ketahanan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menghadirkan berbagai program pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Di sektor infrastruktur, Pemkab Lamongan terus memperkuat konektivitas antarwilayah melalui Program Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula).

Hingga saat ini, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lamongan telah mencapai 63,55 persen.

Sementara itu, pada sektor pengembangan sumber daya manusia, pemerintah daerah terus menggulirkan berbagai program beasiswa dan bantuan pendidikan guna meningkatkan kualitas generasi muda sebagai modal pembangunan masa depan.

Baca Juga  Infrastruktur Jalan Lamongan Makin Mantap dan Halus

Lamongan juga terus mendukung berbagai program strategis nasional, terutama dalam bidang ketahanan pangan.

Kabupaten Lamongan tercatat sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur yang mencapai 1,33 juta ton pada 2025.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat layanan kesehatan serta mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Pak Yes, pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi. Penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan manusia yang berkualitas.

Melalui Program Lamongan Nyantri, Pemkab Lamongan berupaya menanamkan nilai religius sebagai fondasi pembentukan karakter masyarakat yang berakhlak dan memiliki kepedulian sosial tinggi.

“Ikhtiar lahir dan batin yang kita lakukan selama ini menunjukkan hasil yang baik. Pembangunan manusia, kesalehan sosial, kerukunan umat, serta berbagai indikator sosial terus menunjukkan perkembangan positif,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Pak Yes juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang secara istiqamah mengikuti kegiatan haul dan dzikir bersama setiap tahun.

Menurutnya, kekuatan spiritual masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan daerah.

Haul Akbar yang diikuti ribuan jamaah itu menjadi simbol bahwa kemajuan Lamongan tidak hanya dibangun melalui pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan nilai sosial, kebersamaan, serta spiritualitas masyarakat sebagai fondasi menuju daerah yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *