Probolinggo, Jatimmandiri
Gula aren di dua kecamatan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, disiapkan menjadi produk unggulan berdaya saing melalui pengembangan branding komunal atau Program Communal Branding Palm Sugar yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
“Program itu diharapkan mampu membangun identitas bersama bagi gula aren Kabupaten Probolinggo, sehingga memiliki nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi,” kata Tenaga Ahli Program Communal Branding Palm Sugar Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur Rahmad Cahyadi dalam keterangannya seperti dikutip Antara, Sabtu (18/7/2026).
Tim Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo juga sudah melakukan kegiatan verifikasi dan identifikasi lapangan di Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris, Jumat (17/7).
Verifikasi lapangan dilakukan untuk memetakan potensi kawasan, kapasitas produksi, kualitas produk, kelembagaan pelaku usaha hingga kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun identitas bersama bagi gula aren khas Kabupaten Probolinggo.
Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris dipilih karena memiliki potensi besar sebagai sentra penghasil gula aren. Di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, kapasitas produksi gula semut mencapai sekitar 30 kilogram per hari. Sementara di Kecamatan Tiris, sebanyak 12 dari 16 desa merupakan wilayah penghasil gula aren yang telah lama menjadi mata pencaharian masyarakat.
“Kegiatan verifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan kesiapan daerah dalam mengembangkan gula aren sebagai produk unggulan yang memiliki identitas kuat dan daya saing tinggi,” katanya.
Pihaknya juga ingin memastikan kesiapan kawasan, kapasitas produksi, kualitas produk, kelembagaan pelaku usaha hingga komitmen seluruh pihak, ujar Rahmad.
“Hasil identifikasi itu akan menjadi dasar penyusunan strategi pengembangan branding komunal yang mampu meningkatkan nilai ekonomi produk lokal,” katanya.
Sementara itu, Kepala DKUPP Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto mengatakan Program Communal Branding diharapkan mampu memperkuat posisi gula aren Kabupaten Probolinggo di pasar regional hingga nasional.
“Dengan adanya identitas bersama, produk gula aren dari Kecamatan Krucil dan Kecamatan Tiris akan lebih mudah dikenal masyarakat. Kami berharap branding komunal itu mampu meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar serta memperkuat daya saing para pelaku UMKM,” ujar dia.
Ia mengatakan Pemkab Probolinggo menyambut baik pelaksanaan program tersebut sebagai bagian dari strategi pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal.
“Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan pelaku UMKM dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan para perajin gula aren,” katanya.
Hasil verifikasi lapangan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi dalam penetapan Program Communal Branding Palm Sugar Kabupaten Probolinggo.
“Melalui program itu, gula aren lokal diharapkan memiliki identitas yang semakin kuat, mampu menembus pasar yang lebih luas serta menjadi salah satu produk unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Probolinggo,” katanya. (ant/ibn)












