HukrimJatimPolda Jatim

Geng Motor Serang Tiga Angkringan di Mojokerto, Tiga Orang Luka-Luka

Penulis: Ayu SukmaEditor: Alif Bintang
×

Geng Motor Serang Tiga Angkringan di Mojokerto, Tiga Orang Luka-Luka

Sebarkan artikel ini
Puluhan pemotor tampak memadati Jalan Empunala, Kota Mojokerto.
Example 468x60

Mojokerto, Jatimmandiri.id — Suasana santai di sejumlah warung kopi atau angkringan di sepanjang Jalan Empunala, Kota Mojokerto, mendadak berubah mencekam pada Minggu (18/10/2026) dini hari.

Sekawanan pemotor berjumlah puluhan orang melakukan aksi penyerangan brutal yang tidak hanya merusak fasilitas usaha, tetapi juga melukai tiga orang warga.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu menyasar tiga titik angkringan sekaligus.

Berbekal senjata tajam berupa celurit, balok kayu, hingga batu, gerombolan tersebut menyerang para pengunjung dan penjaga warung secara membabi buta.

Salah satu saksi mata, Farid Jaelani, menuturkan bahwa malam itu ia bersama rekan-rekannya sedang menikmati kopi di Angkringan Fera, yang terletak di sebelah timur lampu merah Jalan Empunala.

Tanpa diduga, gelombang pengendara motor datang dari arah timur dan langsung melancarkan serangan.

“Tiba-tiba kami diserang, mereka dari arah timur ke barat, kurang lebih 50 orang. Ada yang melihat mereka bawa bendera gangster,” ungkap Farid, Minggu (18/10/2026).

Saat insiden berdarah itu pecah, salah satu kerabat Farid bernama M Rico Ramadani (19) sedang tertidur lelap.

Farid sempat berupaya menyelamatkan pemuda asal Dusun Wonoayu, Kabupaten Mojokerto tersebut, namun situasi yang terlampau kacau membuat nyawanya nyaris ikut terancam.

“Rico ini saudara saya. Sempat saya tarik, tapi dia tidak bangun-bangun. Saya kena sabet celurit, tapi tidak parah, saya langsung lari. Rico luka bacok di kepala belakang,” terangnya.

Selain Rico, korban lain bernama Alfian Tri Ainur Ridho (20) turut mengalami luka bacok pada kaki kanan serta sejumlah memar akibat hantaman benda tumpul.

Saat kejadian, Alfian tengah duduk bersantai bersama rekan-rekannya sebelum akhirnya menjadi korban amukan massa jalanan tersebut.

Kedua korban luka kemudian dilarikan ke RS Kamar Medika Kota Mojokerto untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga  KSOP Kalianget Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Penumpang Kapal

Tak hanya melukai fisik, para pelaku juga menjarah barang-barang milik warga di lokasi.

Sebuah ponsel milik penjaga angkringan dilaporkan raib, bersamaan dengan sebuah tas milik pengunjung yang berisi pakaian.

Meski dua korban diketahui merupakan anggota perguruan silat, Farid menegaskan bahwa mereka tidak mengenakan atribut apa pun saat kejadian.

Ia menduga aksi tersebut murni tindakan kriminalitas jalanan yang dilakukan secara acak, mengingat gerombolan itu turut menyasar dua angkringan lain di sisi barat lampu merah Empunala, termasuk di depan Pasar Burung Empunala di mana seorang penjaga warung turut mengalami luka bacok di bagian kepala.

Aparat penegak hukum bergerak cepat mengusut insiden ini.

Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP M Kevin Ramadhan, membenarkan adanya rangkaian penyerangan di tiga lokasi sepanjang Jalan Empunala yang dilakukan oleh kelompok bermotor dalam jumlah besar.

“Jadi, korban bersama rekan-rekannya sedang nongkrong di angkringan, tiba-tiba diserang gerombolan pemotor yang berjumlah sekitar 40 orang,” jelas Kevin.

Berdasarkan hasil penelusuran sementara, rute pelansiran aksi brutal tersebut bermula di Angkringan Fera, berlanjut ke angkringan di depan Pasar Burung Empunala, dan berakhir di titik ketiga yang berlokasi di depan Bakso Cak Bagong, Jalan Empunala.

“(Di lokasi terakhir) Tidak ada korban, kerusakan angkringan dan sepeda motor teman penjaga angkringan,” tandas Kevin.

Hingga kini, jajaran kepolisian masih memburu para pelaku guna meredam keresahan masyarakat dan mengembalikan kondusifitas keamanan di wilayah Kota Mojokerto.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *