Surabaya, Jatimmandiri.id – Generasi muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam roda pembangunan kota, melainkan motor penggerak utama di tingkat akar rumput.
Menyadari besarnya energi kreatif ini, Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, mendorong agar Karang Taruna dan Generasi Z (Gen Z) di tingkat RW hingga kelurahan diberikan ruang berekspresi yang lebih luas demi menghidupkan sektor ekonomi kreatif lokal.
Dorongan tersebut ditegaskan oleh politisi PDI Perjuangan ini seusai menghadiri rapat pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Anggaran 2025 bersama jajaran camat dan lurah se-Kota Surabaya, Rabu (15/7).
Menurut Anas, berbagai program kepemudaan yang ada saat ini sudah memiliki fondasi yang kuat, namun memerlukan sentuhan strategis agar eksekusinya benar-benar tepat sasaran.
Anas menekankan pentingnya mempertajam fokus program di lapangan agar potensi melimpah dari pemuda Surabaya tidak menguap sia-sia.
“Saya melihat program Karang Taruna dan Gen Z di masing-masing RW dan kelurahan sudah sangat baik. Yang terpenting adalah bagaimana program tersebut dijalankan secara tepat sasaran sehingga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif di lingkungan sekitar,” ujar Anas.
Anas menilai bahwa anak-anak muda di Kota Pahlawan memiliki modal kreativitas yang sangat komplet, mulai dari penguasaan teknologi digital, pengembangan UMKM kontemporer, industri kreatif, strategi pemasaran produk lokal, hingga aksi-aksi sosial.
Melalui pendampingan dan dukungan stimulasi dari pemerintah kota, potensi tersebut diyakini dapat mencetak wirausaha baru yang mandiri.
Bagi Anas, Karang Taruna dan wadah Gen Z tidak boleh terjebak dalam rutinitas kegiatan seremonial belaka.
Keduanya harus bertransformasi menjadi inkubator bisnis dan inovasi yang mampu menghidupkan perekonomian warga di tingkat kampung.
“Karang Taruna dan Gen Z harus diberi kesempatan seluas-luasnya untuk berkembang. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, mereka bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan,” katanya.
Di sisi lain, legislator Surabaya ini juga mengapresiasi komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji.
Gaya kepemimpinan mereka dinilai sukses menggerakkan aparatur wilayah, seperti camat dan lurah, untuk proaktif turun ke lapangan demi menyerap aspirasi dan mengawal program pemberdayaan warga secara langsung.
Sinergi yang solid antara pemerintah daerah, pemangku kebijakan wilayah, serta energi kreatif dari anak-anak muda ini dinilai menjadi kunci utama pembangunan kota yang inklusif.
“Komisi A mengapresiasi langkah Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang terus mendorong camat dan lurah hadir di tengah masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan kolaborasi yang kuat, program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat akan berjalan lebih efektif,” tuntasnya.












