Edu-Life & Sport

Eunike, Dari Viral ke Layar Lebar

Penulis: Nabil Editor: Ayn
×

Eunike, Dari Viral ke Layar Lebar

Sebarkan artikel ini
Eunike influencer sekaligus aktor muda berbakat asal Surabaya.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Usia belasan tahun tidak menghalangi Eunike (15) menapaki dunia hiburan. Remaja asal Surabaya itu kini dikenal sebagai influencer sekaligus aktor muda yang mulai mendapat perhatian melalui konsistensinya membuat konten di media sosial.

Kedekatan Eunike dengan kamera bahkan sudah terbentuk sejak bayi. Sang ibu terbiasa mengabadikan kesehariannya melalui video sejak Eunike berusia satu hari. Kebiasaan tersebut membuatnya nyaman berada di depan kamera hingga kemudian menjadi bagian dari kesehariannya.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Perjalanan kariernya memasuki babak baru ketika berusia 13 tahun. Salah satu kontennya viral di media sosial dan membuka peluang lebih luas di industri hiburan, termasuk seni peran.

Konsistensi itu pula yang mengantarkannya terlibat dalam film komedi horor Sekawan Limo 2: Gunung Klawih.

“Intinya ini adalah kesempatan emas yang datang dari konsistensi saya membuat konten di media sosial. Bagi saya ini semua adalah proses yang mengalir dan saya sangat bersyukur,” ujar Eunike, Rabu (16/9).

Di tengah aktivitas sebagai pembuat konten dan pemain film, Eunike tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Pada hari kerja, waktunya lebih banyak diisi dengan sekolah, les gitar, serta membuat konten ringan yang diangkat dari kehidupan sehari-hari.

Sementara akhir pekan dimanfaatkan untuk memenuhi jadwal endorse dan menghadiri berbagai undangan acara. Kemampuan membagi waktu tersebut membuat aktivitas di dunia hiburan tetap berjalan tanpa mengesampingkan kewajibannya sebagai pelajar.

Kiprahnya di media sosial juga menarik perhatian sejumlah brand. Eunike kini dipercaya sebagai Brand Ambassador sepeda listrik GODA, sekaligus aktif dalam berbagai proyek kolaborasi dan kampanye digital.

Di usia yang masih belia, Eunike memiliki harapan untuk terus berkembang, meraih kesuksesan finansial, dan membanggakan kedua orang tuanya melalui karya positif. Ia juga bertekad tetap rendah hati ketika cita-citanya tercapai.

Baca Juga  Mendiktisaintek: Dosen Harus Mendampingi, Bukan Mengambil Alih

“Saya ingin terus memberikan karya yang positif agar bisa menginspirasi teman-teman seusia saya bahwa umur bukan batasan untuk berkarya,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *