Jakarta, Jatimmandiri.id – Kerja sama pendidikan dan riset Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Northern Illinois University (NIU), Amerika Serikat, mulai diarahkan pada pengembangan solusi berkelanjutan, terutama pengelolaan sumber daya air, energi hijau, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan.
Kemitraan tersebut difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Chicago sebagai bagian dari penguatan diplomasi pendidikan Indonesia di kawasan Midwest Amerika Serikat. Kolaborasi UMM dan NIU juga menjadi salah satu implementasi awal Statement of Mutual Cooperation (SMC) Indonesia dengan Negara Bagian Illinois.
Staf Khusus Rektor UMM Bidang Kerja Sama Internasional yang juga perwakilan UMM, Priyo Iswanto, menyambut positif kemitraan tersebut. Menurut dia, kolaborasi itu dapat memperluas jejaring akademik sekaligus mempertemukan potensi keilmuan kedua perguruan tinggi.
“Kerja sama pendidikan ini memperluas jejaring akademis antara UMM dan NIU serta Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus menyinergikan potensi keilmuan kedua perguruan tinggi,” ujar Priyo dalam rilis pers KJRI seperti dikutip dari Antara.
Priyo yang pernah menjabat Duta Besar Indonesia untuk Kolombia periode 2017-2021 menjelaskan, bidang pendidikan dan penelitian menjadi cakupan utama kerja sama kedua universitas. Energi hijau, ketahanan pangan, dan pelestarian lingkungan termasuk bidang yang akan dikembangkan.
Salah satu agenda awal yang tengah dijajaki adalah pengelolaan sumber daya air. Kolaborasi ini akan menggabungkan keunggulan NIU dalam pengolahan dan kualitas air dengan kapasitas UMM sebagai UNESCO Chair and Host Institution for Sustainable Water Ecosystem yang ditetapkan UNESCO pada April 2026.
Kesamaan visi kedua perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada penguatan akademik. Kerja sama tersebut diarahkan menghasilkan program dan penelitian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Dari sisi diplomasi, KJRI Chicago menilai kolaborasi UMM-NIU sejalan dengan SMC Indonesia-Illinois yang ditandatangani pada 7 Agustus 2026. Kesepakatan itu antara lain mencakup penguatan kerja sama akademik, beasiswa, STEM, serta pertukaran inovasi dan teknologi.
KJRI Chicago berharap kesepakatan tersebut segera diterjemahkan dalam program konkret, seperti pengembangan pendidikan, pemberian beasiswa, magang, dan kolaborasi riset. Program itu diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa sekaligus memperluas dampak kerja sama bagi masyarakat kedua negara.












