Sidoarjo, Jatimmandiri.id – Persaingan industri modeling menuntut talenta tidak hanya mengandalkan penampilan, tetapi juga kreativitas, konsistensi, dan profesionalisme. Prinsip itulah yang dipegang Devi Cantika Sari, perempuan asal Sidoarjo, Jawa Timur, yang terus mengembangkan karier sebagai model dan muse sembari menjalankan bisnis kuliner.
Lulusan D4 Manajemen Bisnis Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya tersebut telah menekuni dunia modeling selama kurang lebih satu tahun. Ketertarikannya berawal dari kegemaran tampil di depan publik dan keinginan mengekspresikan diri melalui perpaduan riasan, busana, serta konsep visual.
Bagi Cantika, pekerjaan model tidak berhenti pada pose di depan kamera. Ia dituntut mampu menghidupkan karakter riasan dan pakaian agar pesan artistik yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan baik.
“Aku suka tampil dan dilihat publik. Nah, tantangan terbesar di dunia modeling bagiku adalah bagaimana membawa riasan dan busana agar terlihat lebih hidup,” ungkap Cantika.
Perjalanan di industri ini bukan tanpa tantangan. Menurut dia, semakin banyak talenta baru yang memasuki dunia modeling, sehingga persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin ketat. Kehadiran model yang bersedia tampil tanpa bayaran demi membangun portofolio juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi keberlangsungan pekerjaan komersial.
Meski demikian, Cantika tetap optimistis bahwa kualitas dan profesionalisme memiliki nilai tersendiri. Ia meyakini penata rias atau Make Up Artist (MUA) maupun jenama profesional yang membutuhkan hasil berkualitas akan mempertimbangkan kemampuan model dalam bekerja.
Untuk menjaga performa, Cantika memperhatikan perawatan wajah dan postur tubuh. Ia juga berusaha mempertahankan suasana hati yang positif selama pemotretan agar dapat bekerja secara maksimal.
“Untuk tetap tampil prima dan menjaga konsistensi, kuncinya ada pada perawatan diri, baik wajah maupun postur tubuh, serta selalu menjaga mood atau suasana hati tetap positif selama menjalani sesi pemotretan,” jelasnya.
Aktivitas Cantika tidak terbatas pada pemotretan. Ia juga terlibat dalam parade kecantikan dan lokakarya tata rias. Di tengah kesibukan tersebut, ia mengelola bisnis kuliner C’Mac n Cheese.
Menjalankan dua bidang sekaligus membuatnya perlu mengatur waktu dan menjaga disiplin. Pengalaman mengelola usaha juga menjadi bekal untuk mengembangkan potensi di sektor food and beverage (FnB).
Ke depan, Cantika ingin memperluas usahanya di bidang kuliner sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai muse dan model profesional yang mampu bersaing di industri kreatif nasional.
“Ke depan, saya ingin menjadi muse atau model yang lebih profesional. Juga memiliki usaha di bidang FnB,” tutupnya.












