Sportainment

Bidik Kejayaan di PON 2028, Kejurprov Pencak Silat Jatim Resmi Dimulai

×

Bidik Kejayaan di PON 2028, Kejurprov Pencak Silat Jatim Resmi Dimulai

Sebarkan artikel ini
Bambang menambahkan, peningkatan kualitas pembinaan dari akar rumput kini menjadi fokus utama organisasi. Targetnya jelas, Jatim harus tampil sebagai kekuatan yang disegani di level tertinggi.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id — Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pencak Silat Jawa Timur 2026 Piala BHS resmi dibuka pada Minggu, 17 Mei 2026.

Turnamen bergengsi yang digeber di Gelora Pancasila, Surabaya, hingga 21 Mei mendatang ini menjadi panggung unjuk gigi bagi 390 pesilat tangguh yang datang dari 37 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Bukan sekadar perebutan medali biasa, ajang ini membawa misi besar dari Pengurus Provinsi (Pengprov) IPSI Jawa Timur.

Yakni, membangun fondasi kokoh demi mendongkrak prestasi pencak silat Jatim pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 mendatang.

Kejurprov tahun ini dirancang sebagai instrumen utama dalam rantai pembinaan berjenjang sekaligus proses seleksi ketat menuju Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) dan Babak Kualifikasi (BK) PON.

Ketua Umum IPSI Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS), menegaskan bahwa kejuaraan ini memiliki peran yang sangat strategis. IPSI Jatim berkomitmen mengevaluasi catatan minor pada beberapa edisi PON sebelumnya demi mengembalikan taji pesilat Jawa Timur di panggung nasional.

“Ajang ini tentunya menjadi sarana seleksi bagi para juara untuk mengikuti Puslatda Jawa Timur yang akan datang,” ujar Bambang Haryo.

Bambang menambahkan, peningkatan kualitas pembinaan dari akar rumput kini menjadi fokus utama organisasi. Targetnya jelas, Jatim harus tampil sebagai kekuatan yang disegani di level tertinggi.

“Diharapkan pada Pra-PON (BK PON, red) maupun PON mendatang kita dapat meraih lebih banyak gelar juara,” katanya.

Langkah agresif IPSI Jatim ini mendapat lampu hijau dan dukungan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil, yang hadir langsung memberikan apresiasi tinggi.

Namun, ia juga memberikan catatan kritis bahwa melimpahnya kuota peserta harus selaras dengan kualitas output yang dihasilkan.

Baca Juga  Haaland Kembali Raih Sepatu Emas Premier League, Catat Rekor Tajam Bersama Manchester City

Bagi Nabil, tantangan utama IPSI Jatim saat ini adalah bagaimana mengubah kuantitas atlet daerah menjadi torehan prestasi yang konkret di tingkat nasional. “Sekarang yang harus dijawab adalah apakah jumlah tersebut berbanding lurus dengan prestasi,” cetus Nabil.

Lebih lanjut, Nabil menilai akselerasi kompetisi lewat Kejurprov ini sudah sangat tepat dan mendesak. Mengingat peta persaingan nasional yang kian ketat, Jatim tidak bisa lagi bersantai atau sekadar menunggu ajang multi-event regional dua tahunan.

“Kalau menunggu Porprov 2027 tentu tidak memungkinkan, karena kita harus bersiap menghadapi BK PON yang sudah dekat,” ujarnya.

Sistem kompetisi berjenjang mulai dari tingkat Kabupaten (Kejurkab) hingga Kota (Kejurkot) diharapkan terus diperkuat agar proses penyaringan atlet benar-benar objektif dan berbasis performa terbaik.

Nabil juga mengingatkan status Jatim sebagai salah satu lumbung perguruan silat terbesar di Indonesia, yang sudah sepatutnya berbanding lurus dengan dominasi perolehan medali emas di PON.

“Jawa Timur belum pernah lebih dari tiga emas dalam tiga edisi PON terakhir. Ini yang harus kita bangun bersama,” pungkas Nabil. (bin)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *