Teknologi

Bali Jadi Tuan Rumah Kompetisi Keamanan Siber Internasional C2C-CTF 2026

×

Bali Jadi Tuan Rumah Kompetisi Keamanan Siber Internasional C2C-CTF 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bali, Jatim Mandiri – Bali menjadi panggung bagi para ahli keamanan siber dunia. Pulau Dewata dipercaya menjadi tuan rumah Cyber Centurion Capture The Flag (C2C-CTF) 2026, kompetisi internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk menguji kemampuan menghadapi ancaman keamanan digital melalui simulasi serangan dan pertahanan sistem komputer.

Kompetisi tersebut merupakan salah satu ajang bergengsi di bidang keamanan siber karena menguji kemampuan peserta dalam menyelesaikan berbagai tantangan teknis, mulai dari digital forensics, cryptography, reverse engineering, web security, hingga network exploitation. Seluruh tantangan dirancang menyerupai kondisi nyata yang dihadapi praktisi keamanan siber di dunia industri.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Penyelenggaraan C2C-CTF 2026 di Bali menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan talenta keamanan digital. Di tengah meningkatnya ancaman serangan siber terhadap sektor pemerintahan, layanan publik, hingga industri, kebutuhan tenaga ahli keamanan siber terus mengalami peningkatan.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga membuka ruang pertukaran pengetahuan antara komunitas keamanan siber, akademisi, perusahaan teknologi, dan praktisi dari berbagai negara. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia digital melalui penyelenggaraan kegiatan berskala internasional seperti ini.

Menurut informasi penyelenggara, peserta berasal dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik dan mengikuti serangkaian tantangan yang mengedepankan kemampuan analisis, kerja sama tim, serta pemecahan masalah secara cepat dan akurat. Model kompetisi Capture The Flag (CTF) sendiri telah lama menjadi standar internasional dalam mengukur kemampuan praktisi keamanan siber.

Kepercayaan menjadikan Bali sebagai tuan rumah juga menunjukkan meningkatnya peran Indonesia dalam pengembangan ekosistem keamanan digital kawasan. Selain mendorong lahirnya talenta baru, ajang ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi internasional dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.

Example 300250
Baca Juga  SK hynix Raih Rp430 Triliun untuk Perluas Produksi Chip AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *