Edu-Life & SportPendidikan

UPN Veteran Jatim Digitalisasi Pengeringan Kopi Argopuro melalui Platform IoT

×

UPN Veteran Jatim Digitalisasi Pengeringan Kopi Argopuro melalui Platform IoT

Sebarkan artikel ini
Tim memaparkan arsitektur sistem, manfaat digitalisasi, hingga menyerap masukan langsung dari petani terkait kondisi riil di lapangan.
Example 468x60

Situbondo, Jatimmandiri.id — Langkah konkret dalam mendorong modernisasi sektor pertanian berbasis komoditas unggulan terus digencarkan oleh akademisi.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim) resmi mengawali program digitalisasi pascapanen kopi di Kelompok Masyarakat (Pokmas) Walida, Kabupaten Situbondo, pada 8–9 Juli 2026.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Program bertajuk Pengembangan Platform Sistem Informasi Berbasis Internet of Things (IoT) dan Decision Support System (DSS) untuk Optimasi Darkroom Drying Kopi pada Argopuro Walida Coffee ini merupakan bagian dari Skema Pengabdian Tematik Kopi dan Mangrove.

Selama ini, tahapan pengeringan kopi (darkroom drying) di tingkat petani lokal masih dihadapkan pada keterbatasan pengelolaan operasional.

Meski metode pengeringan khusus telah diterapkan, pemantauan suhu, kelembapan, hingga pencatatan data produksi umumnya masih dilakukan secara manual.

Kondisi tersebut membuat pengambilan keputusan operasional sangat bergantung pada intuisi atau pengalaman operator semata.

Akibatnya, variasi mutu kopi antarbatch rentan terjadi karena belum adanya pencatatan data yang terintegrasi secara sistematis.

Melihat kondisi itu, tim PkM UPN Veteran Jatim hadir membawa solusi berbasis teknologi terpadu. Platform yang dikembangkan mengintegrasikan tiga pilar utama:

  1. Sensor IoT: Untuk memantau kondisi suhu dan kelembapan ruang pengering secara realtime.
  2. Decision Support System (DSS): Untuk memberikan rekomendasi otomatis terkait pengaturan suhu, ventilasi, dan estimasi waktu pengeringan.
  3. Traceability Digital: Untuk mendokumentasikan seluruh riwayat produksi guna menjaga konsistensi mutu produk.

Keunggulan program ini tidak lepas dari pendekatan multidisiplin yang diusung. Dipimpin oleh Anita Wulansari, tim PkM menggabungkan kepakaran para dosen dari tiga program studi strategis:

  • Sistem Informasi: Anita Wulansari, Seftin Fitri Ana Wati, Abdul Rezha Efrat, dan Anindo Saka Fitri.
  • Bisnis Digital: Dhian Satria Yudha
  • Agribisnis: Dita Atasa
Baca Juga  Mourinho Buka Peluang Kembali ke Real Madrid, Masa Depannya Ditentukan Pekan Ini

Integrasi lintas keilmuan ini dirancang agar solusi yang dihadirkan tidak hanya canggih dari segi teknis, tetapi juga tepat guna dari aspek tata kelola bisnis dan pengembangan sektor pertanian lokal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi dan diskusi interaktif bersama anggota Pokmas Walida.

Tim memaparkan arsitektur sistem, manfaat digitalisasi, hingga menyerap masukan langsung dari petani terkait kondisi riil di lapangan.

Ketua tim PkM, Anita Wulansari, menegaskan bahwa esensi dari pendampingan ini adalah mentransformasi pola pikir pelaku usaha agar makin terbiasa dengan pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making).

“Kami berharap platform ini mampu membantu mitra melakukan monitoring proses pengeringan secara lebih akurat, meningkatkan konsistensi kualitas kopi, sekaligus menjadi fondasi transformasi digital bagi UMKM kopi sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Program ini tidak berhenti pada tahap instalasi perangkat lunak semata. Ke depan, tim PkM UPN Veteran Jatim akan mengawal implementasi teknologi melalui pelatihan penggunaan sistem, penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) berbasis digital, pendampingan berkala, hingga evaluasi berkelanjutan agar Pokmas Walida mampu mengelola sistem secara mandiri.

Inisiatif ini sekaligus menjadi bentuk nyata hilirisasi riset kampus dalam menjawab tantangan nyata di masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan produktivitas UMKM kopi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) lewat kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan masyarakat.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tujuh Tahun Tanpa Dynand Fariz, JFC Tetap Bercahaya untuk Dunia Matahari pagi baru menghangatkan Jalan Sudarman. Di sepanjang jalan itu,…