Kota Besar

Ancaman Zoonosis, Komisi D DPRD Surabaya Dorong Cegah Dini

×

Ancaman Zoonosis, Komisi D DPRD Surabaya Dorong Cegah Dini

Sebarkan artikel ini
zoonosis
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ais Shafiyah Asfar (Ning Ais), menekankan pentingnya langkah proaktif cegah penyakit zoonosis.

  • Ning Ais mendesak edukasi masyarakat, pemantauan awal, dan kesiapsiagaan lingkungan dilakukan mendahului musim hujan.

  • Mendorong sinergi interdisipliner lintas OPD untuk pengendalian populasi vektor, pengelolaan drainase, dan vaksinasi hewan.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Di tengah mengintai-nya ancaman penyakit zoonosis (infeksi yang menular dari hewan ke manusia) seperti leptospirosis dan rabies, parlemen Kota Surabaya mendorong pemerintah kota dan masyarakat untuk memperkuat langkah pencegahan secara proaktif sejak dini.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Ais Shafiyah Asfar yang akrab disapa Ning Ais, menggarisbawahi bahwa strategi mitigasi zoonosis tidak boleh menggunakan pendekatan reaktif atau baru bergerak ketika jumlah kasus sudah melonjak di masyarakat.

“Edukasi dan kesiapsiagaan justru akan jauh lebih efektif kalau dilakukan secara konsisten sebelum musim hujan datang,” ujar Ning Ais di Surabaya, Jumat (24/7/2026).

Pendekatan Menyeluruh Berbasis Lingkungan Permukiman

Legislator muda ini menjelaskan bahwa ruang pencegahan penularan zoonosis tidak cukup hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan (faskes), melainkan harus dimulai dari ekosistem permukiman tempat warga beraktivitas sehari-hari.

Sinergi dan koordinasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Surabaya dinilai menjadi pilar krusial untuk menangani berbagai faktor risiko:

  • Pengendalian Vektor Penyakit: Pengendalian populasi tikus dan hewan liar di kawasan pemukiman.

  • Perawatan Infrastruktur Lingkungan: Pengelolaan sistem drainase, saluran air, dan manajemen sampah yang terpadu.

  • Perlindungan Hewan Peliharaan: Pelaksanaan program vaksinasi berkala untuk hewan peliharaan warga.

“Pencegahannya bukan hanya di fasilitas kesehatan, tetapi dimulai dari lingkungan tempat kita tinggal. Ini membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Tips Pencegahan Zoonosis bagi Masyarakat Surabaya

Guna memperkuat budaya hidup bersih dan menekan potensi penularan penyakit saat cuaca ekstrem atau musim penghujan, Ning Ais membagikan sejumlah langkah praktis yang dapat diterapkan masyarakat secara mandiri:

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan: Membersihkan area rumah dan saluran air secara berkala.

  2. Pengelolaan Sampah Terbuka: Memastikan tempat sampah tertutup rapat agar tidak memicu kedatangan tikus/vektor penyakit.

  3. Penggunaan Alat Pelindung Diri: Selalu menggunakan alas kaki atau sepatu bot karet saat terpaksa melewati genangan air/banjir.

  4. Vaksinasi Hewan Peliharaan: Aktif mengikuti program vaksinasi rabies dan perawatan hewan peliharaan.

  5. Deteksi Dini Kesehatan: Segera memeriksakan diri ke puskesmas/faskes terdekat jika mengalami gejala demam pasca-kontak dengan air genangan atau hewan.

Baca Juga  Liverpool Kian Terpuruk, Slot Terancam Gagal Bawa The Reds ke Liga Champions

Ning Ais optimistis bahwa dengan edukasi yang konsisten serta keterlibatan aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, Kota Surabaya dapat meminimalkan risiko penyebaran penyakit zoonosis secara signifikan.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *