Edu-Life & Sport

Mahasiswa KKN UINSA Sulap Jelantah Jadi Cuan

×

Mahasiswa KKN UINSA Sulap Jelantah Jadi Cuan

Sebarkan artikel ini
Mahasiwa UINSA Surabaya, melaksanakan pelatihan mengubah jelantah menjadi lilin dan aromaterapi, kepada warga RW 11, Karah.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Limbah minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Melalui pelatihan pembuatan lilin aromaterapi di RW 11 Karah, mahasiswa mengajak warga mengelola limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan sekaligus berpeluang menambah pendapatan.

Kegiatan yang digelar Minggu (19/7) itu diawali dengan sosialisasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah ke saluran air maupun tanah yang dapat mencemari lingkungan. Selanjutnya, mahasiswa KKN mendemonstrasikan proses mengolah minyak jelantah, mulai dari tahap penjernihan hingga menjadi lilin aromaterapi siap pakai.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Tidak hanya menyaksikan, peserta juga mempraktikkan langsung proses pembuatannya dengan pendampingan mahasiswa.

Ketua Kelompok KKN UINSA RW 11 Karah, Niken, mengatakan program tersebut lahir dari hasil observasi di lokasi KKN yang menunjukkan masih banyak warga belum memahami bahaya pembuangan minyak jelantah maupun potensi pemanfaatannya.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah minyak jelantah secara benar, sekaligus menunjukkan bahwa limbah tersebut masih memiliki nilai guna apabila diolah dengan tepat,” ujarnya.

Menurut Niken, lilin aromaterapi dipilih karena proses pembuatannya sederhana, bahan bakunya mudah diperoleh, dan dapat diproduksi sendiri di rumah. Selain untuk kebutuhan pribadi, produk tersebut juga memiliki peluang menjadi usaha rumahan yang bernilai jual.

Dukungan datang dari Wakil Ketua RW 11 Karah Bidang Lingkungan Hidup, Pemuda, dan Olahraga, Muhammad Bagus Suaeb. Ia menilai pelatihan tersebut sejalan dengan program lingkungan yang sedang dikembangkan pengurus RW.

“Minyak jelantah tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis,” katanya.

Baca Juga  Jepang Hajar Tunisia 4-0, Samurai Biru Tempel Ketat Belanda di Grup F

Ia menambahkan, pengurus RW akan bekerja sama dengan Bank Sampah Amanah (BSA) untuk menampung sekaligus membantu pemasaran produk hasil daur ulang minyak jelantah agar program dapat berjalan berkelanjutan.

Antusiasme juga datang dari warga. Salah seorang peserta, Titik, mengaku baru mengetahui bahwa minyak jelantah dapat diolah menjadi lilin aromaterapi.

“Terima kasih, saya mendapatkan pengetahuan baru. Sebelumnya saya tidak tahu kalau minyak jelantah ternyata bisa dibuat menjadi lilin aromaterapi,” tuturnya.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Weni, yang menilai produk tersebut memiliki prospek ekonomi apabila dikembangkan dengan kemasan yang menarik.

“Peluangnya besar sekali. Asalkan dikemas dengan baik, produk lilin ini pasti memiliki nilai jual,” katanya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UINSA berharap masyarakat mampu mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat, mengurangi pencemaran lingkungan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi warga RW 11 Karah

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Tujuh Tahun Tanpa Dynand Fariz, JFC Tetap Bercahaya untuk Dunia Matahari pagi baru menghangatkan Jalan Sudarman. Di sepanjang jalan itu,…

Berita

Selebgram cantik Awkarin mengungkapkan rasa bangganya setelah sang ayah, Mohamad Sulaiman Abidin, resmi memperoleh kenaikan pangkat menjadi perwira tinggi bintang…