
Jakarta, Jatimmandiri.id – Berawal dari usaha yang dirintis tanpa modal dan tanpa memiliki tempat produksi sendiri, CV Swakarya Jaya Furniture asal Sukoharjo, Jawa Tengah, kini berhasil menembus pasar internasional. Kesuksesan tersebut tak lepas dari konsistensi menjaga kualitas produk serta bekal pengetahuan ekspor yang diperoleh melalui Pelatihan Ekspor BRI Peduli.
Pemilik usaha, Febrina Lossu, mengaku memulai bisnis mebel pada 2020 dengan tekad memanfaatkan peluang ekspor produk kayu Indonesia. Seluruh proses dipelajarinya secara mandiri, mulai dari mengenal industri mebel hingga mencari pembeli di luar negeri.
“Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, saya memberanikan diri mempelajari industri ini sekaligus mencari buyer agar usaha bisa berkembang,” ujar Febrina, Kamis (23/7).
Ia mengakui perjalanan usahanya tidak mudah. Keterbatasan modal menjadi tantangan utama sejak awal merintis bisnis. Setelah usaha berkembang, tantangan bergeser pada upaya memperluas jaringan dan mendapatkan pembeli baru di pasar internasional.
“Awalnya kami memulai usaha benar-benar dari nol, bahkan belum memiliki tempat produksi sendiri. Sekarang tantangan terbesar adalah mencari buyer agar pasar terus berkembang,” katanya.
Untuk meningkatkan kapasitas usaha, Febrina mengikuti Pelatihan Ekspor BRI Peduli. Program tersebut membekali pelaku UMKM dengan pengetahuan tentang prosedur ekspor, penyusunan dokumen, sistem pembayaran internasional, hingga tata kelola pengiriman barang agar transaksi lebih aman dan minim risiko.
Menurut Febrina, pelatihan itu memberikan pemahaman baru yang langsung dapat diterapkan dalam menjalankan bisnis.
“Sekarang saya lebih memahami dokumen ekspor, sistem pembayaran, hingga jasa pengiriman. Pengetahuan ini membuat proses ekspor menjadi lebih aman dan mengurangi risiko,” ungkapnya.
Bekal tersebut membuahkan hasil. Hingga kini, CV Swakarya Jaya Furniture berhasil mengekspor produk mebel ke Spanyol dan Amerika Serikat, membuktikan bahwa usaha yang lahir dari keterbatasan mampu bersaing di pasar global.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus mendorong UMKM naik kelas melalui pelatihan ekspor yang berfokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha.
Materi pelatihan meliputi strategi ekspor, regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen ekspor, riset pasar global, hingga pengemasan dan branding produk sesuai standar internasional.
“Kisah CV Swakarya Jaya Furniture menjadi bukti bahwa ketika semangat pelaku UMKM bertemu dengan akses pembelajaran yang tepat, peluang untuk berkembang dan menembus pasar internasional semakin terbuka,” ujar Dhanny.












