ꦧꦸꦢꦪ

Pencak Silat Banyuwangi Tampil Kolosal, Tegaskan Jati Diri Blambangan di Panggung BEC 2026

×

Pencak Silat Banyuwangi Tampil Kolosal, Tegaskan Jati Diri Blambangan di Panggung BEC 2026

Sebarkan artikel ini
Aksi kelompok Pencak Silat Banyuwangi yang menunjukkan aksinya di acara BEC 2026
Example 468x60

Banyuwangi, Jatimmandiri.id –  Pencak Silat tak sekadar menjadi pembuka Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, tetapi tampil sebagai simbol sejarah dan identitas masyarakat Blambangan. Ribuan pasang mata yang memadati Taman Blambangan, Jumat (17/7), dibuat terpukau oleh atraksi kolosal para pesilat dari berbagai perguruan yang memadukan seni bela diri, budaya, dan semangat kepahlawanan dalam satu pertunjukan.

Penampilan tersebut menjadi pembuka rangkaian BEC 2026 yang secara resmi dibuka oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani. Hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, yang memberikan apresiasi terhadap konsistensi Banyuwangi menjadikan budaya lokal sebagai daya tarik pariwisata berkelas dunia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, menyebut Banyuwangi Ethno Carnival telah menjadi rujukan penyelenggaraan festival budaya di Indonesia.

“Banyuwangi Ethno Carnival telah menjadi standar emas festival daerah dan kiblat karnaval budaya di Indonesia. Konsistensi mengangkat budaya lokal hingga dikenal dunia patut diapresiasi,” ujarnya.

Senada, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai BEC menjadi bukti bahwa kekayaan budaya lokal mampu berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Semangat dari lokal menuju global terasa sangat kuat melalui kreativitas masyarakat Banyuwangi yang dikemas dalam Banyuwangi Ethno Carnival,” katanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, pelestarian budaya harus terus berjalan seiring perkembangan zaman. Menurutnya, kemajuan teknologi justru harus dimanfaatkan untuk memperkuat eksistensi tradisi lokal.

Di antara berbagai penampilan yang tersaji, atraksi kolosal Pencak Silat menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Gerak yang tegas, irama yang dinamis, serta koreografi yang mengangkat kisah perjuangan masyarakat Blambangan menghadirkan pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat makna sejarah.

Baca Juga  Kirab Sedekah Bumi Ambulu Teguhkan Warisan Budaya

Koordinator Koreografi Pencak Silat, Rizki, mengatakan keterlibatan para pesilat dalam pembukaan BEC merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya Banyuwangi yang telah mengakar sejak masa perjuangan.

“Pencak Silat bukan hanya olahraga atau seni bela diri. Di Banyuwangi, silat adalah bagian dari sejarah dan identitas masyarakat. Melalui BEC kami ingin menunjukkan bahwa warisan budaya ini tetap hidup dan mampu tampil di panggung modern,” ujarnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *