HeadlineHukrimJatim

Seret Nama Plt Bupati, Polres Tulungagung Dalami Kasus Dugaan Penipuan Titik Lokasi SPPG

×

Seret Nama Plt Bupati, Polres Tulungagung Dalami Kasus Dugaan Penipuan Titik Lokasi SPPG

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.
Example 468x60

Tulungagung, Jatimmandiri.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tulungagung terus bergerak mengusut kasus dugaan penipuan terkait penentuan titik lokasi pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran menyeret nama orang nomor satu di Pemkab Tulungagung. Yakni, Plt Bupati Ahmad Baharudin.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Andi Wiranata Tamba, membenarkan adanya aduan resmi terkait perkara tersebut.

Kasus ini bermula dari rencana pembangunan Dapur SPPG yang dikelola oleh Husnul Labib Al Farobi, yang terikat dengan Pondok Pesantren Ath Thohiriyah di Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

“Kemarin kami mendapat aduan terkait kasus dugaan penipuan titik pendirian dapur SPPG,” kata Andi, Selasa (21/7/2026).

Andi menjelaskan, perkara ini masih berada dalam tahap aduan masyarakat.

Guna mengurai benang kusut dalam tuduhan tersebut, tim penyidik tengah melakukan pendalaman maraton dengan memanggil dan memeriksa sejumlah saksi.

Kendati demikian, proses klarifikasi sempat menemui kendala ketika salah satu saksi berinisial E berhalangan hadir memenuhi panggilan penyidik.

Menanggapi ketidakhadiran saksi tersebut, Andi meresponsnya secara tenang dan profesional.

“Kalau orang mangkir atau tidak datang dari panggilan penyidik itu mereka punya alasan. Itu haknya,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Plt Bupati Ahmad Baharudin dilaporkan atas dugaan penipuan terkait penentuan titik lokasi SPPG.

Dalam laporannya kepada polisi, pengadu mengaku telah menyerahkan uang senilai Rp50 juta kepada Ahmad Baharudin setelah dijanjikan titik lokasi pembangunan dapur SPPG di Desa Mangunsari, Kecamatan Kedungwaru.

Tak hanya itu, pengadu juga mengklaim diminta segera menyelesaikan proyek pembangunan fasilitas Dapur SPPG tersebut.

Namun naas, setelah bangunan fisik yang menelan anggaran hingga Rp900 juta itu rampung 100 persen, janji yang diutarakan Ahmad Baharudin tak kunjung terealisasi.

Baca Juga  Skema Insentif Dapur MBG Diubah, Kini Disesuaikan dengan Jumlah Siswa

Kasus ini kini sepenuhnya dalam penanganan Satreskrim Polres Tulungagung.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penyanyi Novia Bachmid dipastikan menjadi special guest dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang akan digelar pada 24–26 Juli…