Teknologi

Robot Humanoid Curi Perhatian di WAIC 2026, AI Mulai Masuk ke Kehidupan Sehari-hari

×

Robot Humanoid Curi Perhatian di WAIC 2026, AI Mulai Masuk ke Kehidupan Sehari-hari

Sebarkan artikel ini
Robot humanoid mendemonstrasikan berbagai pekerjaan sehari-hari pada ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China.
Robot humanoid mendemonstrasikan berbagai pekerjaan sehari-hari pada ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China.
Example 468x60

Shanghai, Jatimmandiri.id – World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai, China, menghadirkan pemandangan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kecerdasan buatan (AI) lebih banyak dikenal melalui chatbot atau aplikasi digital, kini sorotan beralih kepada robot humanoid yang mulai diperkenalkan sebagai mitra kerja manusia dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Pameran AI terbesar di China tersebut diikuti lebih dari 1.100 perusahaan teknologi yang memamerkan ribuan inovasi, termasuk ratusan robot humanoid dengan kemampuan yang semakin beragam. Namun, perhatian pengunjung tidak tertuju pada kemampuan robot berjalan atau berjoget, melainkan bagaimana mesin-mesin tersebut mulai menjalankan pekerjaan nyata.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Berbagai perusahaan mendemonstrasikan robot yang mampu membantu proses produksi di pabrik, memindahkan barang di gudang, melakukan inspeksi kualitas, hingga melayani pelanggan. Sejumlah robot bahkan ditampilkan bekerja sama dalam satu sistem tanpa perlu dikendalikan manusia secara langsung.

Salah satu demonstrasi yang menyita perhatian adalah simulasi apotek pintar. Dalam skenario tersebut, beberapa robot bekerja secara terkoordinasi menerima pesanan, mengambil obat, hingga menyerahkannya kepada pelanggan. Konsep serupa juga mulai diuji pada sektor logistik, layanan publik, hingga perhotelan.

Pengamat industri menilai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi AI mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya kecerdasan buatan hanya hadir dalam bentuk perangkat lunak, kini AI mulai diwujudkan dalam bentuk fisik atau embodied AI, yakni sistem kecerdasan yang mampu berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar.

China sendiri menjadi salah satu negara yang agresif mengembangkan robot humanoid sebagai bagian dari strategi memperkuat industri manufaktur berteknologi tinggi. Berbagai perusahaan berlomba menghadirkan robot yang dapat bekerja berdampingan dengan manusia untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengatasi tantangan kekurangan tenaga kerja di sejumlah sektor.

Baca Juga  Perkuat Mutu Pendidikan Madura, Mendikdasmen Resmikan Sejumlah Program Strategis di UTM

Melalui WAIC 2026, arah pengembangan AI pun dinilai mulai berubah. Persaingan tidak lagi sekadar menghadirkan model AI paling cerdas, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat diterapkan secara nyata untuk membantu aktivitas manusia di kehidupan sehari-hari.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Netflix dikabarkan tengah mengembangkan kanal TV live 24 jam dengan jadwal tayangan layaknya televisi konvensional. Strategi ini menjadi upaya baru menghadapi persaingan layanan streaming global.
Teknologi

Jatimmandiri.id – Netflix kembali menyiapkan inovasi baru di tengah persaingan industri streaming yang semakin kompetitif. Platform tersebut dikabarkan sedang mengembangkan…