Jember, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mematangkan pelaksanaan program Homecare, yakni layanan kesehatan yang memberikan pelayanan medis langsung ke rumah warga. Program ini dirancang untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan mobilitas atau membutuhkan penanganan cepat.
Dalam pelaksanaannya, layanan Homecare akan diperkuat dengan fasilitas telemedicine. Melalui sistem ini, tenaga kesehatan di lapangan dapat berkonsultasi secara langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga dokter subspesialis guna memastikan pasien memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan.
Bupati Jember, Gus Fawait, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Pakusari, Senin (20/7), mengatakan telemedicine menjadi salah satu komponen utama dalam mendukung efektivitas layanan Homecare.
Menurutnya, tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan dapat memanfaatkan perangkat telepon seluler untuk berkonsultasi dengan dokter, sebagaimana layanan konsultasi kesehatan berbasis digital yang telah berkembang saat ini.
“Ketika petugas berada di lapangan dan membutuhkan konsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis, maupun subspesialis, seluruhnya dapat dilakukan melalui fasilitas telemedicine menggunakan telepon seluler,” ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan, melalui konsultasi jarak jauh tersebut, tim medis dapat segera menentukan langkah penanganan terbaik bagi pasien. Mulai dari memutuskan apakah pasien cukup menjalani perawatan di rumah hingga menentukan perlunya rujukan ke rumah sakit apabila kondisinya membutuhkan penanganan lanjutan.
Selain itu, tenaga kesehatan juga dapat langsung menetapkan kebutuhan obat pasien. Apabila obat yang diperlukan belum tersedia saat kunjungan berlangsung, Pemkab Jember telah menyiapkan mekanisme pengantaran obat hingga ke rumah pasien.
“Obat yang dibutuhkan pasien akan dipastikan sampai ke rumah apabila belum tersedia saat petugas melakukan pelayanan,” katanya.
Untuk mendukung operasional program tersebut, Pemkab Jember menyiapkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan yang akan bergerak secara aktif mendatangi rumah warga di berbagai wilayah.
Gus Fawait menegaskan, ribuan tenaga kesehatan tersebut akan menjadi ujung tombak pelayanan Homecare dengan sistem jemput bola agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan secara cepat tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan.
“Ada 1.200 tenaga kesehatan yang akan berkeliling memberikan pelayanan Homecare kepada masyarakat. Layanan ini beroperasi selama 24 jam sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan warga dapat terpenuhi kapan saja,” tegasnya.
Melalui dukungan telemedicine dan ribuan tenaga kesehatan, Pemkab Jember optimistis program Homecare mampu memperluas akses pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, dan merata bagi seluruh masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan pelayanan medis langsung di rumah.












