Ekbis

Rupiah Melemah ke Rp17.977 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Sentimen Suku Bunga BI

×

Rupiah Melemah ke Rp17.977 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Sentimen Suku Bunga BI

Sebarkan artikel ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah .ant
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin pagi tercatat melemah 56 poin atau 0,31 persen. Rupiah berada di level Rp17.977 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.921 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS sekaligus memicu kenaikan harga minyak dunia.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Pada perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS. Pelemahan dipengaruhi faktor global, terutama eskalasi konflik geopolitik yang berdampak pada kenaikan harga minyak dan menguatnya indeks dolar AS,” ujar Rully di Jakarta, Senin.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Sputnik, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru terhadap Iran. Operasi tersebut diklaim bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, sekaligus merespons serangan terhadap personel militer AS di Yordania.

Situasi memanas setelah Iran dilaporkan melakukan serangan balasan menggunakan drone ke dua fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait. Mengutip laporan Anadolu, militer Iran mengklaim telah menyerang gudang amunisi di Camp Al Adiri, serta sistem pertahanan rudal Patriot dan instalasi radar di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Ketegangan tersebut meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi global. Selain memicu kenaikan harga energi, konflik juga mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih aman, sehingga memperkuat posisi dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menaruh perhatian pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (22/7). Pasar memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan menjadi 6 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar dan mengendalikan inflasi.

Baca Juga  Komisi Ojol Resmi Dipangkas Jadi 8 Persen, Pengemudi Minta Berlaku untuk Semua Layanan

Rully menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan Bank Indonesia dalam menentukan arah kebijakan moneter, di antaranya perkembangan inflasi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta volatilitas pasar keuangan yang dipengaruhi evaluasi dari lembaga pemeringkat global.

“Faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah inflasi, stabilitas nilai tukar rupiah, dan volatilitas pasar saham yang berkaitan dengan proses penilaian dari lembaga pemeringkat internasional,” jelasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Penyanyi Novia Bachmid dipastikan menjadi special guest dalam ajang Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 yang akan digelar pada 24–26 Juli…