Nganjuk, Jatimmandiri.id – Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk masih menyelidiki kasus penemuan jenazah seorang pria yang ditemukan terkubur di area pekarangan rumah warga di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mendalami berbagai informasi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Jenazah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia secara tidak wajar,” ujar AKP Fajar Kurniadi, Rabu seperti dilansir Antara.
Begitu menerima laporan dari masyarakat, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memintai keterangan sejumlah saksi.
Korban diketahui bernama Gatot Tri Wahyu Widodo (53). Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban dilaporkan menghilang selama sekitar tiga hari sejak Senin (13/7). Sebelum ditemukan, warga bersama keluarga sempat melakukan pencarian di sekitar rumah karena korban diketahui memiliki riwayat penyakit.
Salah seorang warga, M. Ali Ridho (51), mengaku ikut mencari keberadaan korban. Saat proses pencarian berlangsung, warga menemukan gundukan tanah yang tampak baru di kebun yang berada di samping rumah korban.
“Awalnya kami mencari karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat. Kemudian kami menemukan gundukan tanah yang ditutupi batang pisang, daun pisang kering, dan genteng. Temuan itu langsung kami laporkan kepada perangkat desa dan pihak kepolisian,” kata Ali.
Keberadaan tumpukan genteng yang tersusun rapi di atas gundukan tanah memunculkan kecurigaan warga. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh anggota Polsek Ngronggot bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Nganjuk.
Setelah dilakukan pembongkaran pada lokasi tersebut, petugas menemukan sesosok jenazah yang diduga merupakan Gatot. Selanjutnya, jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban. Meski demikian, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian dan masih menunggu hasil autopsi dari tim medis.
Selain itu, polisi juga terus mendalami berbagai informasi yang berkembang di masyarakat serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi.
Diketahui, selama ini korban tinggal bersama istrinya, Suprihatin, dan seorang anak perempuan. Keluarga tersebut dikenal tertutup dalam berinteraksi dengan warga sekitar.
Sebelum sakit, Gatot bekerja sebagai tenaga pemasaran di sebuah perusahaan rokok. Namun, dalam tiga tahun terakhir ia tidak lagi bekerja karena kondisi kesehatannya menurun.
Hingga kini, Polres Nganjuk belum dapat memastikan apakah korban meninggal akibat sakit atau karena faktor lain. Kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi yang dilakukan oleh tim medis.












