Jatim

Jaring 17 Negara, Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka untuk Perkuat Pusat Industri Indonesia Timur

×

Jaring 17 Negara, Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka untuk Perkuat Pusat Industri Indonesia Timur

Sebarkan artikel ini
Indonesia Energy Week Surabaya
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Indonesia Energy Week Surabaya 2026 resmi dibuka di Grand City Surabaya, menghadirkan lebih dari 200 eksibitor dari 17 negara untuk membentuk New Industrial Hub di Indonesia Timur.

  • Sektor industri pengolahan menyumbang 31% terhadap PDRB Jawa Timur, menjadikan kesiapan pasokan energi, efisiensi utilitas, dan teknologi sebagai kunci utama daya saing daerah.

  • Pameran B2B internasional ini mengintegrasikan dua pilar vital, yakni solusi ketenagalistrikan melalui Electric & Power Indonesia serta pengelolaan limbah melalui Water Indonesia.

Surabaya, Jatimmandiri.id — Indonesia Energy Week Surabaya 2026 resmi dibuka hari ini sebagai salah satu agenda strategis dalam memperkuat integrasi ekosistem industri pengolahan di Jawa Timur. Menjadi bagian dari ekspansi regional Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026, pameran berskala internasional ini berlangsung di Grand City Convention & Exhibition Surabaya mulai tanggal 15 hingga 18 Juli 2026.

Pameran bisnis (B2B) ini berhasil menghadirkan lebih dari 200 peserta pameran (exhibitor) yang berasal dari 17 negara. Menggandeng kolaborasi bersama Manufacturing Surabaya dan Growtech Indonesia, gelaran ini dirancang secara khusus untuk memperkuat konektivitas antara pelaku industri lokal dengan jaringan global, sekaligus mendukung terbentuknya New Industrial Hub di wilayah Indonesia Timur.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kontribusi 31% PDRB Jatim dan Transformasi Kawasan Industri

Sektor industri pengolahan memegang peranan yang sangat vital bagi perekonomian lokal dengan menyumbang sekitar 31% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur. Posisi strategis ini kian diperkuat oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang bertindak sebagai gerbang logistik utama menuju wilayah Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Wakil Gubernur Jawa Timur, H. Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pertumbuhan kawasan industri di era modern tidak lagi bisa dipandang secara parsial atau sektoral semata. Menurutnya, daya saing sebuah kawasan industri kini ditentukan oleh multisektor: kesiapan pasokan energi, efisiensi utilitas, kecepatan adaptasi teknologi, hingga ketahanan di sektor agrikultur.

Baca Juga  Jatimmandiri.id Mengudara, Wakil Ketua DPRD Surabaya Beri Dukungan

“Persaingan tidak lagi hanya ditentukan oleh kapasitas produksi, tetapi juga oleh kemampuan berinovasi dan menerapkan prinsip keberlanjutan,” tegas Emil, Rabu (15/7/2026).

Dua Pilar Utama Penggerak Operasional Industri Ramah Lingkungan

Guna menyokong kebutuhan tersebut, Indonesia Energy Week Surabaya 2026 menyajikan dua pilar sektor utama yang menjadi tulang punggung keberlanjutan industri, yaitu:

  • Electric & Power Indonesia – Surabaya: Menampilkan inovasi dan solusi ketenagalistrikan mutakhir, mulai dari teknologi smart grid, sistem transmisi, Energi Baru Terbarukan (EBT), hingga sistem otomasi industri.

  • Water Indonesia – Surabaya: Menyajikan ragam inovasi pengolahan air bersih, sistem pengelolaan limbah industri, hingga teknologi filtrasi mutakhir yang menunjang operasional kawasan industri ramah lingkungan.

Selain memamerkan teknologi terkini, ajang ini juga menjadi ruang diskusi strategis lewat forum ilmiah yang digelar bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Timur dengan tajuk “East Java Driving Indonesia’s Energy Transition”.

Pergeseran Peran Pameran B2B: Ruang Integrasi Lintas Sektor

Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, menjelaskan bahwa esensi pameran B2B saat ini telah mengalami pergeseran fungsi yang cukup signifikan. Pameran tidak lagi sekadar menjadi tempat terjadinya transaksi jual-beli produk, melainkan telah berevolusi menjadi wadah integrasi bagi ekosistem industri yang saling bergantung satu sama lain.

“Pertumbuhan kawasan industri membutuhkan sinergi erat antarsektor—manufaktur, energi, utilitas, hingga agrikultur modern. Dengan kehadiran lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara, kami berharap platform ini dapat memperkuat konektivitas pusat pertumbuhan industri lokal dengan jejaring global,” terang Lia Indriasari.

Ekspansi regional dari IEE Series ini memang dirancang secara terintegrasi untuk menjangkau titik-titik pusat ekonomi nasional. IEE Series memetakan Balikpapan sebagai hub pertambangan dan konstruksi, Surabaya sebagai simpul utama manufaktur Indonesia Timur, serta Jakarta yang bertindak sebagai pusat integrasi industri skala internasional.

Baca Juga  Menjaga Rantai Pasok Gizi: Ratusan Petani dan Mitra Dapur MBG se-Jatim Gelar Aksi Damai di Grahadi Tuntut Evaluasi Tata Kelola

Melalui kolaborasi lintas sektor dan sinergi global ini, Indonesia Energy Week Surabaya 2026 menjadi momentum krusial dalam memacu pertumbuhan ekonomi regional dan memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai salah satu episentrum industri utama di tanah air.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *