Jatim

Kuatkan Barometer Pendidikan: Jawa Timur Sambut 152 Pelajar Program ADEM Papua 2026

×

Kuatkan Barometer Pendidikan: Jawa Timur Sambut 152 Pelajar Program ADEM Papua 2026

Sebarkan artikel ini
Program adem papua
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Provinsi Jawa Timur resmi menerima 152 pelajar Papua peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun 2026 untuk menempuh studi di berbagai SMA dan SMK unggulan.

  • Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan motivasi langsung sekaligus menjamin perlindungan bagi para siswa sebagai “Mama” mereka selama belajar di Jawa Timur.

  • Seluruh peserta yang berasal dari 5 wilayah Papua ini disebar ke 10 daerah di Jawa Timur dan dijadwalkan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Senin, 13 Juli 2026.

Malang, Jatimmandiri id — Provinsi Jawa Timur kembali mengukuhkan posisinya sebagai barometer pendidikan nasional sekaligus mitra strategis dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang berdaya saing global. Komitmen kebangsaan ini diwujudkan lewat penyambutan resmi 152 peserta didik asal Tanah Papua yang tergabung dalam Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Tahun 2026. Seluruh peserta dipastikan akan menempuh pendidikan di sejumlah SMA dan SMK unggulan yang tersebar di wilayah Jawa Timur.

Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat memberikan pembekalan sekaligus memimpin prosesi serah terima peserta Program ADEM Papua Wilayah Jawa Timur Tahun 2026. Agenda bernuansa kekeluargaan ini berlangsung khidmat di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu (11/7/2026).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Di hadapan ratusan pelajar, Khofifah membakar semangat dan memberikan motivasi mendalam agar kesempatan emas menuntut ilmu di Jawa Timur dimanfaatkan secara optimal dengan kedisiplinan dan kerja keras yang tinggi.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini serta harapan orang tua. Bersekolahlah di sini dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan perbanyaklah mencari ilmu. Ilmu yang kalian peroleh harus berguna bagi pembangunan di Papua dan Indonesia,” ujar Khofifah penuh ketegasan.

Baca Juga  Khofifah Hadiri Harlah ke-80 di Pekanbaru: Muslimat NU Riau Deklarasikan 9 Poin Perdamaian Dunia untuk PBB

Tanpa Batas bagi Anak Papua: Menggantungkan Cita-Cita Setinggi Langit

Dalam pidatonya, Khofifah menekankan bahwa tidak ada batasan apa pun bagi anak-anak Papua untuk bermimpi besar. Melalui jalur pendidikan yang setara, setiap anak memiliki peluang yang sama untuk bertumbuh menjadi profesor, jenderal, menteri, maupun pemimpin masa depan bangsa.

Ia mencontohkan beberapa figur putra-putri terbaik Papua yang telah berhasil menorehkan prestasi gemilang di panggung birokrasi dan akademisi nasional, seperti Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Yohana Yembise yang tercatat sebagai perempuan Papua pertama yang berhasil menjadi menteri sekaligus guru besar.

“Gantungkan cita-cita kalian setinggi-tingginya. Mudah-mudahan semua yang kalian cita-citakan bisa tercapai. Yang bercita-cita menjadi pejabat publik bisa menjadi menteri, yang ingin menjadi dosen bisa menjadi profesor, yang ingin masuk TNI-Polri bisa menjadi jenderal. Terus belajar, terus berusaha, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” imbuhnya.

Khofifah juga memberikan garansi moral bahwa para siswa tidak akan pernah merasa kesepian atau berjuang sendirian di perantauan. Pemerintah Provinsi, pihak sekolah, hingga jajaran guru akan memosisikan diri sebagai keluarga dekat yang siap mengawal mereka.

“Anak-anakku dari Papua, saya adalah mama kalian selama kalian belajar di Jawa Timur. Belajarlah sebaik-baiknya, disiplin, dan perbanyak ilmu. Mudah-mudahan ilmu kalian semakin tinggi, semakin kaya, semakin berkembang, dan seluruh cita-cita kalian bisa tercapai,” tutur Khofifah penuh kehangatan.

Rumah Bhinneka Tunggal Ika: Sebaran 10 Daerah dan Kesiapan Sekolah

Apresiasi tinggi datang dari Ketua Komite Eksekutif Otorita Percepatan Pembangunan Papua, Velix Wanggai. Pihaknya berterima kasih kepada Gubernur Khofifah beserta Pemprov Jatim yang konsisten membuka ruang peningkatan mutu SDM Papua. Menurut Velix, Jawa Timur bukan sekadar tempat belajar di dalam ruang kelas, melainkan sebuah laboratorium sosial yang ideal.

Baca Juga  Khofifah Hadiri Deklarasi Muslimat NU Riau, Serukan PBB Hentikan Perang dan Wujudkan Perdamaian Dunia

“Jawa Timur adalah rumah bagi semua budaya, rumah Bhinneka Tunggal Ika. Anak-anak Papua yang belajar di sini tidak hanya mendapatkan ilmu di ruang kelas, tetapi juga dididik membangun karakter, mental, spiritual, wawasan kebangsaan, serta merasakan suasana budaya, persaudaraan, dan semangat pembangunan. Bekal inilah yang kelak akan mereka bawa pulang untuk membangun Tanah Papua,” ungkap Velix Wanggai.

Secara teknis, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memaparkan rincian asal 152 siswa Papua tersebut, yang terdiri dari:

  • Papua Pegunungan: 40 siswa

  • Papua Selatan: 35 siswa

  • Format Daerah Papua Timur/Jayapura: 32 siswa

  • Papua Tengah: 30 siswa

  • Papua Barat: 15 siswa

Seluruh siswa ini akan ditempatkan di SMA dan SMK yang berada di 10 daerah kunci Jawa Timur, meliputi Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Kediri, Kota Madiun, Kabupaten Tuban, Kabupaten Jember, Kabupaten Nganjuk, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Pasuruan. Pihak dinas juga mencatat kehadiran 18 peserta ADEM Repatriasi asal Malaysia yang telah dilepas awal Juli lalu.

“Kami telah menyiapkan sekolah-sekolah yang memiliki pengalaman membina peserta didik Program ADEM. Mulai Senin nanti (13/7/2026), anak-anak akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai langkah awal beradaptasi dengan lingkungan baru,” pungkas Aries.

Di akhir sesi pembekalan, suasana haru sekaligus patriotik terasa saat Khofifah mengajak seluruh pelajar bersama-sama melantunkan lirik lagu daerah, “Disanalah pulauku yang kupuja selalu, Tanah Papua pulau indah”, sembari mengibarkan bendera Merah Putih.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *