Kota Besar

Antrean BBM Mengular di SPBU Pertamina Surabaya, Ini Penyebabnya

×

Antrean BBM Mengular di SPBU Pertamina Surabaya, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
Situasi antrean kendaraan di SPBU Pertamina kawasan Demak.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id — Antrean kendaraan yang mengular panjang kini menjadi pemandangan sehari-hari di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, tak terkecuali yang berlokasi di Jalan Demak, Bubutan, Surabaya.

Tak ayal, kondisi ini dikeluhkan oleh para pengendara akibat lambatnya proses pengisian serta terbatasnya ketersediaan sejumlah jenis bahan bakar minyak (BBM) di fasilitas pengisian tersebut.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Pengawas sekaligus Penanggung Jawab SPBU Pertamina 54.601.83, Deva Adi, mengungkapkan bahwa penumpukan volume kendaraan ini utamanya disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur pengisian.

Saat ini, pihak manajemen hanya mengoperasikan satu jalur aktif untuk pengisian bahan bakar kendaraan, sehingga kendaraan roda empat maupun roda dua harus mengantre lama secara bergantian.

“Kami sebenarnya memiliki keinginan kuat untuk menambah lajur pengisian, yaitu menjadi dua lajur khusus sepeda motor dan dua lajur khusus mobil demi memaksimalkan pelayanan dan produktivitas penjualan. Namun, dari pihak Pertamina sendiri belum dapat merealisasikan penambahan lajur tersebut,” ujar Deva, Kamis malam (9/7/2026).

Selain kendala pada sistem operasional lajur, stok untuk jenis Solar dan Pertamax dilaporkan kerap kali mengalami kehabisan.

Hingga saat ini, jenis BBM Solar dan Pertamax belum dapat diperjualbelikan kepada konsumen lantaran fasilitas pengisian untuk kedua produk tersebut dilaporkan masih dalam tahap perbaikan teknis.

Sementara itu, untuk ketersediaan bahan bakar jenis Pertalite dipastikan masih aman dan mencukupi.

Kendati demikian tingginya volume mobil yang mengantre untuk mengisi Pertalite ikut memperpanjang antrean operasional.

​Terkait kuota atau jatah pasokan Solar yang dirasa sangat terbatas, Deva mengaku pihaknya tidak mendapatkan alasan yang jelas dari pihak Pertamina pusat mengenai pembatasan volume pengiriman tersebut.

Mengenai kebijakan harga, manajemen SPBU menjelaskan bahwa dinamika harga BBM di SPBU ini sepenuhnya mengikuti keputusan regulasi pusat.

Baca Juga  SOTH Lamongan Dibuka untuk Nenek hingga Pengasuh, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Tekan Stunting

“Untuk harga Pertamax masih stabil dan bertahan di angka Rp 16.250 per liter sejak mengalami penyesuaian kenaikan harga pada tanggal 10 Juni lalu,” bebernya.

Pihak SPBU menegaskan, saat ini tidak ada fluktuasi atau perubahan harga lanjutan untuk semua jenis komoditas bahan bakar komersial maupun subsidi.

Di sisi lain, penurunan harga justru terjadi pada varian produk Pertamax Turbo (turun Rp1.450), Dexlite (turun Rp3.300), dan Pertamina Dex (turun Rp3.650).

Harga BBM untuk jenis tersebut per liternya resmi mengalami penurunan terhitung sejak tanggal satu kemarin.

“Kami berharap dengan stabilnya pasokan logistik di masa mendatang, kendala antrean panjang ini dapat segera terurai,” tuntas Deva.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *