Intisari Berita:
-
Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur mencatat fluktuasi harga sembako per Kamis, 9 Juli 2026, di mana seluruh jenis beras dan minyak goreng curah serta kemasan premium mengalami kenaikan.
-
Sebaliknya, tren penurunan harga terjadi pada komoditas seluruh jenis daging, telur, garam bata, cabai, dan bawang di tingkat pasar rata-rata wilayah Jatim.
-
Pergeseran harga ini dipicu oleh dinamika pasar mulai dari faktor produksi, rantai distribusi, hingga faktor cuaca ekstrem yang memengaruhi pasokan.
Jatimmandiri.id – Harga berbagai komoditas sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah Jawa Timur (Jatim) terus menunjukkan pergerakan yang dinamis dari hari ke hari. Berdasarkan pembaruan data terbaru pada Kamis, 9 Juli 2026, terjadi polarisasi harga yang cukup kontras antara kebutuhan karbohidrat dan minyak goreng dengan sektor bumbu dapur serta protein hewani.
Pada hari ini, kelompok komoditas yang mengalami lonjakan meliputi seluruh jenis beras, minyak goreng curah, serta minyak goreng kemasan premium. Di sisi lain, angin segar berembus bagi pengeluaran rumah tangga seiring dengan kompak turunnya harga seluruh jenis daging, seluruh jenis telur, garam bata, seluruh jenis cabai, hingga seluruh jenis bawang.
Memantau perkembangan harga kebutuhan dasar setiap hari kini menjadi langkah krusial yang tidak boleh diabaikan oleh masyarakat. Informasi pergerakan harga ini berfungsi sebagai panduan strategis dalam mengatur manajemen belanja harian sekaligus menjaga stabilitas pos pengeluaran domestik agar tidak membengkak di tengah situasi pasar yang fluktuatif.
Rincian Lengkap Daftar Harga Sembako di Jawa Timur per 9 Juli 2026
Berdasarkan data yang dirangkum langsung dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Provinsi Jawa Timur, berikut adalah daftar harga rata-rata sembako dan kebutuhan dapur utama yang berlaku hari ini:
1. Sektor Beras dan Gula
-
Beras Premium: Rp 15.037/kg (Naik Rp 58 atau 0,39%)
-
Beras Medium: Rp 12.949/kg (Keuntungan tipis, naik Rp 2 atau 0,01%)
-
Gula Kristal Putih: Rp 17.119/kg
2. Sektor Minyak Goreng
-
Minyak Goreng Curah: Rp 20.517/kg (Naik Rp 126 atau 0,62%)
-
Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 21.794/liter (Naik Rp 2 atau 0,01%)
-
Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp 18.654/liter
-
Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.067/liter
3. Sektor Protein Hewani (Daging & Telur)
-
Daging Sapi Paha Belakang: Rp 125.679/kg
-
Daging Ayam Ras: Rp 30.902/kg
-
Daging Ayam Kampung: Rp 67.483/kg (Turun signifikan Rp 2.431 atau 3,48%)
-
Telur Ayam Ras: Rp 22.973/kg
-
Telur Ayam Kampung: Rp 45.679/kg (Turun Rp 484 atau 1,05%)
4. Sektor Susu dan Garam
-
Susu Kental Manis (Merek Bendera): Rp 12.518 per kaleng (370 gr)
-
Susu Kental Manis (Merek Indomilk): Rp 12.480 per kaleng (370 gr)
-
Susu Bubuk (Merek Bendera): Rp 41.696 per dos (400 gr)
-
Susu Bubuk (Merek Indomilk): Rp 41.291 per dos (400 gr)
-
Garam Bata: Rp 41.291
-
Garam Halus: Rp 9.294/kg
5. Sektor Hortikultura (Cabai & Bawang) dan Energi
-
Cabai Merah Keriting: Rp 31.201/kg (Turun Rp 583 atau 1,83%)
-
Cabai Merah Besar: Rp 29.777/kg (Turun Rp 1.163 atau 3,76%)
-
Cabai Rawit Merah: Rp 43.862/kg
-
Bawang Merah: Rp 35.372/kg
-
Bawang Putih: Rp 35.104/kg
-
Gas Elpiji: Rp 19.841
Catatan Redaksi: Angka-angka di atas merupakan representasi harga rata-rata di wilayah Jawa Timur. Nilai riil di lapangan dapat bervariasi dan berbeda-beda di setiap pasar lokal.
Analisis Komprehensif: Faktor Utama di Balik Perubahan Harga Sembako
Pergerakan angka di papan harga Siskaperbapo tidak terjadi dalam ruang hampa. Fluktuasi ini digerakkan oleh interaksi kompleks dari berbagai faktor makro dan mikro ekonomi. Otoritas terkait mengidentifikasi beberapa elemen utama yang mengendalikan naik-turunnya harga kebutuhan pokok di pasar:
-
Hukum Permintaan dan Penawaran (Supply & Demand): Ketika permintaan masyarakat melonjak sementara volume penawaran barang di pasar tetap atau bahkan menyusut, harga otomatis akan terkerek naik. Sebaliknya, limpahan pasokan yang melebihi angka permintaan akan menekan harga ke bawah.
-
Faktor Iklim dan Cuaca Eksrem: Perubahan musim, bencana alam, maupun cuaca ekstrem memiliki pengaruh instan terhadap sektor produksi pertanian. Gangguan panen akibat faktor alam memicu kelangkaan stok yang berujung pada lonjakan harga.
-
Kebijakan Strategis Pemerintah: Intervensi regulasi seperti kuota impor, penyaluran subsidi, penyesuaian sektor pajak, serta aturan ketat lainnya memegang peranan besar dalam membentuk harga akhir di tingkat pedagang.
-
Biaya Produksi dan Operasional Transportasi: Kenaikan harga komponen hulu—seperti bahan baku, pupuk, bahan bakar minyak (BBM), hingga standar upah pekerja—secara linear akan meningkatkan ongkos produksi dan biaya logistik pengiriman barang.
-
Kurs Mata Uang dan Tekanan Inflasi: Ketidakstabilan nilai tukar mata uang lokal berimbas langsung pada komoditas pangan yang mengandalkan jalur impor, menjadikannya lebih mahal saat mata uang terdepresiasi. Faktor ini diperparah oleh inflasi tinggi yang mengatrol ongkos barang dan jasa secara kolektif.
-
Arus Rantai Distribusi: Kendala logistik di lapangan seperti kemacetan jalur utama, aksi pemogokan angkutan, hingga hambatan teknis pengiriman lainnya berpotensi menghambat pasokan tiba di pasar, memicu kelangkaan lokal, dan menaikkan harga.
Mengingat sifat harga sembako yang sangat dinamis, diperlukan pengawasan pasar yang ketat serta penerapan instrumen kebijakan yang presisi dan cepat dari pemangku kebijakan demi menjaga stabilitas daya beli masyarakat serta kepastian iklim usaha di Jawa Timur.












