Jatim

Tembus Rp1,066 Triliun: Misi Dagang Jatim-Riau 2026 Melejit Tiga Kali Lipat, Amankan Pasokan Industri Hulu

×

Tembus Rp1,066 Triliun: Misi Dagang Jatim-Riau 2026 Melejit Tiga Kali Lipat, Amankan Pasokan Industri Hulu

Sebarkan artikel ini
Misi dagang 2026 Misi Dagang Jatim-Riau 2026
Misi Dagang 2026: Jatim dan Riau Resmi Teken 11 Perjanjian Kerja Sama Strategis
Example 468x60

Intisari Berita:

  • Misi Dagang dan Investasi bilateral antara Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Riau sukses membukukan komitmen transaksi fantastis senilai Rp1,066 triliun di Pekanbaru.

  • Dipimpin langsung oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, capaian transaksi tahun 2026 ini melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan rekor pertemuan serupa pada tahun 2020 silam.

Pekanbaru, Jatimmandiri.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) kembali mencatatkan rapor emas dalam ekspansi pasar domestik. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memimpin langsung gelaran Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau yang diselenggarakan di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7/2026).

Agenda dagang antar-pulau yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, tersebut sukses membukukan komitmen transaksi kedinasan dan korporasi sebesar Rp1.066.031.400.000 (Rp1,066 triliun).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Catatan transaksi yang bernilai masif ini menjadi bukti nyata semakin kokohnya sinergi para pelaku usaha dari kedua provinsi dalam memperluas cakupan perdagangan, memperkuat rantai pasok (supply chain) antardaerah, serta mendorong integrasi pasar domestik dan peningkatan investasi nasional.

Performa tahun 2026 ini mencatatkan lonjakan tajam hampir tiga kali lipat jika dikomparasikan dengan nilai Misi Dagang Jatim-Riau pada 5 Maret 2020 di Pekanbaru yang kala itu menghasilkan komitmen transaksi sebesar Rp362,12 miliar melalui 51 transaksi dagang.

Memperpendek Rantai Distribusi dan Menambal Defisit Bahan Baku

Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Misi Dagang Jawa Timur-Riau ini merupakan pelaksanaan misi dagang kelima yang diselenggarakan oleh Pemprov Jatim sepanjang tahun berjalan di 2026.

Setiap pelaksanaan diarahkan untuk memupuk semangat tumbuh bersama lintas provinsi melalui kolaborasi tripartit antara pemerintah daerah, perangkat dinas teknis, dan dunia usaha.

“Misi dagang ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” urai Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/7/2026).

Baca Juga  Buruh PT Pakerin Blokade Akses Jalan Perusahaan, Tuntut Pembayaran Upah Tiga Bulan

Secara rinci, total nilai komitmen transaksi Rp1.066.031.400.000 tersebut terdiri atas angka penjualan Jawa Timur sebesar Rp704.881.400.000 dan angka pembelian dari Provinsi Riau sebesar Rp361.150.000.000.

Keterhubungan Saling Melengkapi (Complementary Trade)

Jawa Timur bertindak sebagai pemasok berbagai komoditas pangan olahan dan hasil industri manufaktur, sementara Riau menjadi pemasok lini bahan baku strategis utama bagi industri manufaktur di hilir Jatim, terutama komoditas pulp (bubur kertas).

“Kebutuhan pulp di Jawa Timur sangat tinggi. Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Provinsi Riau. Karena itu secara perdagangan kita memang masih mengalami defisit terhadap Riau. Namun kondisi ini justru menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya peluang untuk terus memperluas perdagangan dua arah yang semakin seimbang,” jelas Khofifah.

Daftar 10 Transaksi Korporasi Terbesar Misi Dagang Jatim-Riau

Sinergi perdagangan riil digerakkan secara masif oleh nota kesepakatan korporasi swasta dan koperasi. Berikut adalah rincian sepuluh nilai transaksi terbesar yang berhasil disepakati dalam forum business matching tersebut:

No Pihak Penjual (Asal Daerah) Pihak Pembeli (Asal Daerah) Komoditas Perdagangan Nilai Transaksi per Tahun
1 PT Kharim Mandiri Indonesia (Kota Kediri) PT Unggas Riau Perkasa (Kab. Kampar) Olahan daging unggas & sapi, susu, daging unggas, DOC, dan domba. Rp202,196 Miliar
2 PT Ayo Tani (Kabupaten Kediri) PT Riau Multi Trade (Pekanbaru) Beras, bawang merah, cabai, gula merah, dan teh curah. Rp108,500 Miliar
3 PT Ayo Tani (Kabupaten Kediri) PT Riau Pangan Bertuah (Pekanbaru) Bahan pangan pokok / komoditas pertanian pertanian. Rp101,400 Miliar
4 Pabrik Rokok Dian Mulyo (Kab. Trenggalek) Kholis Romli (Sukamara) Produk rokok daerah. Rp79,200 Miliar
5 PT Suri Tani Pemuka (Kab. Sidoarjo) PT Anagi Mandiri Sejahtera (Kab. Kampar) Pakan ikan, pakan udang, dan benur laut. Rp71,110 Miliar
6 PT Korindo Komplit Karbon (Pekanbaru) CV Satriya Abdi Buana (Surabaya) Pembelian 1.200 ton kelapa jambul oleh Jatim. Rp43,200 Miliar
7 CV Riki Utama Mandiri / RUM Seafood (Jatim) Koperasi Produksi Generasi Mandiri (Bengkalis) Transaksi dua arah: Penjual fillet dori & pembeli udang vaname. Rp32,825 Miliar
8 CV Sinar Jaya Sae (Kabupaten Gresik) Kopontren Al-Amin (Pekanbaru) Pupuk dolomit dan pupuk NPK pertanian. Rp24,270 Miliar
9 PT Salju Coco Mandiri (Tembilahan) CV Satriya Abdi Buana (Surabaya) Pembelian arang tempurung kelapa oleh Jatim. Rp24,000 Miliar
10 CV Jawara Ternak (Sumenep) Rumah Pemotongan Hewan (Pekanbaru) Pasokan bibit Sapi Madura unggulan. Rp20,800 Miliar
Baca Juga  Pertama Kali Mandiri ALLPACK Surabaya 2026, Khofifah Dorong Hilirisasi Manufaktur Lewat Konsep "Petik, Olah, Kemas, Jual"

Rapor Kumulatif: Menjahit Nusantara Melalui Transaksi Rp40,21 Triliun

Keberhasilan di Pekanbaru ini turut mempertebal rapor performa ekonomi makro Jawa Timur. Pada Triwulan I Tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur melesat tumbuh 5,96% (year-on-year), memosisikan diri sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16% serta menyumbang 14,40% terhadap PDRB nasional.

Secara historis komparatif, sepanjang periode tahun 2019 hingga pertengahan 2026, Pemprov Jatim tercatat telah mengeksekusi sebanyak 52 kali misi dagang dalam negeri. Total komitmen transaksi kumulatif dari seluruh rangkaian tersebut telah menembus Rp40,21 triliun dari 2.250 transaksi terverifikasi dengan melibatkan total 2.602 pelaku usaha.

“Ini adalah cara kami merajut Indonesia, cara kami menjahit Nusantara, sehingga tidak ada yang tertinggal. Kita ingin maju bersama, tumbuh bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” ungkap Khofifah.

Menutup kegiatan, Sekretaris Daerah Riau Syahrial Abdi menyampaikan optimisme serupa. Pihaknya meyakini kesepakatan ini akan menggerakkan kemitraan jangka panjang yang inklusif.

Dan memperbanyak keterlibatan pelaku usaha kecil, membuka peluang investasi baru, serta berkontribusi langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi secara berimbang.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *