Intisari Berita:
-
Pemprov Jawa Timur mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 menembus 5,96 persen, salah satunya dipicu oleh kontribusi positif sektor UMKM dalam ekosistem rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG).
-
Untuk menjaga kelancaran dan kualitasnya, Pemprov Jatim telah membentuk Satgas khusus yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Surabaya, Jatimmandiri.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyatakan bahwa implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang efektif.
Melalui skema pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), keterlibatan aktif para pelaku usaha lokal dinilai membuka peluang luas dalam memperkuat ketahanan rantai pasok (supply chain) pangan nasional di tingkat regional.
“Keterlibatan pelaku usaha lokal tersebut memberikan manfaat ekonomi yang nyata sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok di tingkat daerah,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, melalui keterangan resminya pada Rabu (8/7/2026).
Adhy menjelaskan bahwa pelibatan UMKM, petani, hingga peternak lokal dalam penyediaan bahan pangan harian mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang masif bagi perekonomian.
Peningkatan permintaan terhadap produk pangan secara otomatis membuka lapangan kerja baru di pedesaan dan mendongkrak kesejahteraan warga setempat secara signifikan.
“Program ini melahirkan kesempatan pekerjaan yang luar biasa, sehingga pada akhirnya pendapatan masyarakat juga meningkat,” ungkap Adhy secara proaktif.
Kendali Mutu di Bawah Satgas Pimpinan Emil Dardak
Guna memastikan kelancaran, transparansi, dan ketepatan sasaran program strategis ini, Pemprov Jatim tidak ingin gegabah. Pemerintah daerah telah resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
Satgas lintas sektor ini bertanggung jawab penuh dalam melakukan pengawasan melekat di lapangan dari hulu hingga ke hilir untuk meminimalkan risiko operasional.
Parameter Pengawasan Harian Satgas MBG Jatim
Berikut adalah aspek-aspek krusial yang dipantau secara berkala oleh Satgas di bawah kepemimpinan Emil Dardak:
-
Kualitas Makanan Bergizi: Memastikan komposisi nutrisi dan kalori hidangan sesuai dengan standar kesehatan anak.
-
Keamanan Pangan (Food Safety): Mengawasi tingkat higienitas proses memasak dan kelayakan konsumsi guna menghindari kasus keracunan.
-
Distribusi Bahan Baku: Memastikan seluruh pasokan bahan baku dari petani lokal terserap secara adil dan tepat waktu ke setiap dapur umum.
Kontribusi Nyata Terhadap Rapor Makro Ekonomi Jawa Timur
Efek positif dari terciptanya ekosistem ekonomi baru lewat program MBG ini tidak lagi sekadar asumsi, melainkan sudah mulai terekam secara jelas pada indikator makro ekonomi Jawa Timur.
Rapor pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I tahun 2026 mencatatkan performa impresif yang melampaui rata-rata nasional, di mana sektor UMKM menjadi salah satu jangkar utamanya.
Dampak Rantai Pasok MBG Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Tabel berikut menunjukkan performa pertumbuhan ekonomi makro Jawa Timur pada awal tahun 2026:
| Indikator Makro (Triwulan I 2026) | Capaian Angka | Sektor Kontributor Utama / Catatan Sekda |
| Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur | 5,96 Persen | Tumbuh positif; dipicu peningkatan aktivitas ekonomi di sektor domestik. |
| Sektor Penggerak Utama | UMKM, Petani, & Peternak | Mengalami lonjakan pendapatan akibat serapan bahan baku untuk ekosistem MBG. |
| Dampak Sosial Lapangan | Pembukaan Lapangan Kerja | Penyerapan tenaga kerja lokal baru di lini produksi dan distribusi makanan. |
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur triwulan I sudah mencapai 5,96 persen. Salah satunya karena kontribusi ekonomi yang meningkat dari UMKM akibat ekosistem rantai pasok Program MBG,” pungkas Sekda Adhy Karyono menutup keterangannya secara optimistis.












