Jatim

Pertama Kali Mandiri ALLPACK Surabaya 2026, Khofifah Dorong Hilirisasi Manufaktur Lewat Konsep “Petik, Olah, Kemas, Jual”

×

Pertama Kali Mandiri ALLPACK Surabaya 2026, Khofifah Dorong Hilirisasi Manufaktur Lewat Konsep “Petik, Olah, Kemas, Jual”

Sebarkan artikel ini
Krista Exhibitions Group resmi membuka rangkaian pameran berskala internasional, Allpack Surabaya 2026 (EastPack Surabaya) dan East Beauty Pack Expo 2026 di Grand City Convention Hall.
Example 468x60

Ringkasan Berita: ALLPACK Surabaya 2026 resmi digelar secara mandiri untuk pertama kalinya di Grand City Convention Hall dengan menggandeng East Beauty Pack Expo. Menampilkan inovasi dari 120 perusahaan termasuk UMKM, pameran ini didorong menjadi motor penggerak hilirisasi industri manufaktur dan pengemasan di Jawa Timur guna menembus pasar global.

Surabaya, JATIMMANDIRI.ID – Surabaya kembali mempertegas posisinya sebagai episentrum perdagangan dan manufaktur untuk kawasan Indonesia Timur. Ajang pameran internasional bergengsi ALLPACK Surabaya 2026 dan East Beauty Pack Expo resmi dibuka di Grand City Convention Hall, Surabaya. Perhelatan tahun ini mencetak sejarah baru karena untuk pertama kalinya diselenggarakan secara mandiri, setelah pada edisi-edisi sebelumnya selalu terintegrasi dengan EastFood Indonesia (IIFEX).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Berlangsung selama empat hari pada 1–4 Juli 2026, pameran ini mempertemukan pelaku usaha, penyedia teknologi, investor, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam satu ekosistem bisnis terpadu. Lebih dari 120 perusahaan, termasuk 10 pelaku UMKM, unjuk gigi memamerkan inovasi teknologi pengemasan, mesin pengolahan makanan-minuman, solusi logistik, hingga tren kemasan kosmetik serta personal care.

Strategi Gubernur Jatim: Penguatan Nilai Tambah Melalui Hilirisasi Produk

Pembukaan pameran ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam pandangannya, pameran berskala internasional ini memiliki nilai taktis yang sangat tinggi dalam memacu nilai tambah komoditas nasional melalui percepatan proses hilirisasi di sektor manufaktur.

Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa iklim kompetisi perdagangan global saat ini menuntut perubahan paradigma. Produsen lokal tidak bisa lagi sekadar mengandalkan penjualan bahan mentah atau komoditas mentah.

“Ketika sektor manufaktur semakin kuat, proses hilirisasi juga akan berjalan lebih cepat,” ujar Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat membuka pameran.

Baca Juga  Khofifah Dorong KONI Jatim Perkuat Pembinaan Atlet Usia Dini Jelang PON 2028

Ia kembali menggaungkan jargon operasional yang menjadi kunci sukses penetrasi komoditas lokal ke rantai pasok internasional, yakni skema hilirisasi terintegrasi.

“Tantangan terbesar bukan lagi sekadar menghasilkan komoditas, tetapi mengolah dan mengemas produk agar memenuhi standar pasar global. Konsep ‘petik, olah, kemas, jual’ menjadi jalan untuk meningkatkan nilai ekonomi produk lokal sebelum dipasarkan, terutama ke pasar ekspor. Untuk masuk pasar internasional, standar yang diminta pembeli harus dipenuhi, mulai dari kualitas bahan baku hingga kemasan,” tegasnya.

Surabaya sebagai Hub Utama Perdagangan Kawasan Indonesia Timur

Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menerangkan bahwa integrasi ALLPACK Surabaya dan East Beauty Pack Expo merupakan komitmen berkelanjutan dari korporasi untuk menyediakan ruang temu (b2b platform) yang mempertemukan rantai pasok industri dari hulu ke hilir.

Pemilihan Surabaya sebagai lokasi tunggal pameran mandiri ini didasarkan pada keunggulan geopolitik dan geo-ekonomi Kota Pahlawan sebagai pintu gerbang utama logistik ke wilayah timur nusantara.

“Surabaya memiliki posisi strategis sebagai pusat perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Kami berharap pameran ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, memperbesar pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus mempercepat adopsi teknologi pada industri pengemasan maupun kecantikan,” jelas Daud D. Salim.

Fasilitasi Ekspor lewat Skema Business Matching dan Hosted Buyer

Guna memastikan pameran tidak sekadar menjadi ajang tontonan, pihak penyelenggara menginisiasi program penunjang transaksi berupa skema Business Matching dan Hosted Buyer. Fasilitas ini secara spesifik mempertemukan langsung para eksibitor dengan pembeli potensial serta mitra bisnis strategis, baik dari lingkup domestik maupun mancanegara.

Selain transaksi bisnis, ALLPACK Surabaya 2026 juga menyajikan rangkaian seminar edukatif yang melibatkan kementerian, asosiasi industri, dan praktisi senior. Topik yang dibahas mencakup:

  • Desain kemasan inovatif standar ekspor.

  • Penerapan ekonomi sirkular (circular economy) pada industri kemasan.

  • Perkembangan manufaktur plastik dan industri farmasi.

  • Strategi penguatan dan peningkatan kelas UMKM.

Baca Juga  Pemkab Lamongan Perkuat SDM Lewat Beasiswa Lamongan Cerdas dan SKSS

Bagi publik dan pelaku industri yang ingin berkunjung, pameran ALLPACK Surabaya 2026 dibuka mulai pukul 10.00 hingga 19.00 WIB di Grand City Convention Hall, Surabaya.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *