Jateng

Emak-Emak Karanganyar Antusias Serbu “Pikap Bahagia”, Beras Murah Bikin Senyum Merekah

×

Emak-Emak Karanganyar Antusias Serbu “Pikap Bahagia”, Beras Murah Bikin Senyum Merekah

Sebarkan artikel ini
Suasana ramai ketika "Pikap Bahagia" diserbu emak-emak dengan sangat antusias.
Example 468x60

Karanganyar, Jatimmandiri.id, –  Selasar di samping Taman Air Mancur Kompleks Alun-alun Karanganyar mendadak riuh pada Selasa (30/6/2026) sore. Jarum jam menunjukkan pukul 16.36 WIB ketika sekelompok emak-emak bergegas merapat.

Bukan untuk senam sore atau sekadar berswafoto, melainkan menaruh perhatian penuh pada beberapa mobil pikap yang terparkir rapi. Di atas bak terbuka itu, tumpukan sembako laksana magnet yang tak kuasa ditolak oleh mata ibu-ibu yang rindu akan harga ramah kantong.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Bazar pangan murah dadakan ini seketika mengubah suasana sore menjadi penuh energi. Dengan gairah khas pengatur keuangan rumah tangga, mereka mengerubungi deretan pikap yang sarat muatan pangan mulai dari beras, mie instan, sayur-mayur segar, hingga daging ayam potong.

Di tengah fluktuasi harga pasar yang kerap bikin mengelus dada, kehadiran pasar dadakan ini ibarat oase di padang pasir.

Gowes Sepeda demi Dapur Mengepul

Tengok saja perjuangan Ibu Kadi (46). Warga Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu ini rela mengayuh sepeda kesayangannya menuju Alun-alun begitu mendengar kabar baik tersebut. Peluh yang membasahi keningnya terbayar tuntas saat jemarinya berhasil menggamit mie instan, sayuran, dan cabai segar dengan total belanjaan yang sangat miring.

“Baru saja saya naik sepeda dari rumah ke sini. Tadi beli mie instan, sayur, sama cabai cuma habis Rp 5 ribu. Ini sangat membantu kami karena harganya murah sekali, rencana mau langsung dimasak buat besok,” ujar Kadi dengan binar mata bahagia.

Cerita lain datang dari Ibu Nanik (40), warga Matesih. Sore itu, niat awalnya hanyalah menghabiskan waktu luang bersama keluarga, berjalan-jalan menikmati embusan angin Alun-alun Karanganyar.

Namun, pandangannya tertuju pada kerumunan yang tidak biasa. Naluri keibuannya pun langsung menuntun langkah kakinya ke pusat keramaian.
Meski sempat kecewa karena kehabisan minyak goreng murah yang diincarnya, Nanik tidak pulang dengan tangan hampa. Ia mengalihkan buruannya pada beberapa bungkus mie instan goreng. Baginya, selisih harga di bazar ini terlampau sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Baca Juga  Kandang Sapi Milik Warga Bandungharjo Toroh Terbakar, Kerugian Capai Rp5 Juta

“Tadinya mau beli minyak goreng, tapi ternyata sudah habis. Jadi beralih beli mie goreng saja. Sebagai ibu-ibu, tentu senang sekali ada sembako murah seperti ini. Jauh lebih murah dibanding di dekat rumah.

Di sini minyak goreng satu liter cuma Rp 15 ribu, padahal kalau di pasar biasanya bisa sampai Rp 21 ribu per liter,” tutur Nanik menjabarkan perbandingan harga dengan rinci.

Bukan Protes, Murni Berbagi Lewat Promosi

Daya pikat bazar ini memang luar biasa. Bagaimana tidak? Beras berkualitas baik di sini dilepas dengan harga Rp 10 ribu per kilogram. Bagi penyuka hidangan ayam, tersedia paket ayam campuran berisi kepala, ceker, dan jeroan seberat 3 kilogram yang dihargai Rp 10 ribu saja.

Tak ketinggalan, aneka paket sayuran segar juga dipatok rata serba Rp 10 ribu, sementara mie instan dijual Rp 105 ribu per karton.

Aksi sosial yang dikemas apik ini rupanya diinisiasi oleh Rina (43), seorang pengusaha grosir sembako asal Kabupaten Boyolali. Arnold Saputro (39), sang adik yang mengomandani jalannya bazar di lapangan, menuturkan bahwa ini adalah kali kedua mereka menyambangi Bumi Intanpari.

Agenda serupa direncanakan akan terus bergerilya mengelilingi kawasan Solo Raya.
Arnold meluruskan anggapan miring yang sempat berembus. Mengingat bisnis kakaknya merupakan salah satu distributor utama untuk bahan baku dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul spekulasi bahwa bazar murah ini merupakan bentuk protes atas jedanya program MBG selama masa libur sekolah.

Dengan tersenyum, Arnold menepis kabar burung tersebut. “Kami memang distributor bahan dapur untuk MBG. Tapi kegiatan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan itu. Urusan sembako itu kebutuhan sehari-hari, tidak terpancang pada program MBG. Kedatangan kami ke Karanganyar murni untuk promosi produk grosir kami, agar masyarakat mengenal dan bisa mendapatkan pangan dengan harga yang jauh lebih murah,” jelas Arnold hangat.

Baca Juga  Buruh Pabrik Rotan Meninggal dalam Kecelakaan dengan Truk Kontainer Usai Pulang Kerja

Sore pun kian temaram di Alun-alun Karanganyar. Pikap-pikap itu perlahan mulai melonggar muatannya, digantikan oleh senyum kepuasan belasan emak-emak yang berjalan pulang membawa kantong belanjaan penuh. Apa yang dilakukanpengusaha ini mungkin terlihat sederhana. Namun bagi para ibu, langkah tersebut menjadi bantuan nyata untuk meringankan pengeluaran kebutuhan dapur, esok hari.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *