Grobogan, Jatimmandiri.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Grobogan menyalurkan bantuan kepada Madrasah Diniyah (Madin) Miftahul Huda di Dusun Sambong, Desa Mlowokarangtalun, Kecamatan Pulokulon, yang sebelumnya hangus terbakar akibat musibah kebakaran.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh jajaran pengurus DPC PKB Grobogan bersama anggota Fraksi PKB DPRD Grobogan, Mansata Indah Maratona, saat meninjau lokasi madrasah pada Rabu (1/7/2026).
Ketua DPC PKB Grobogan, Mukhlisin, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada pengurus madrasah agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Madin Miftahul Huda. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban pengurus dan menjadi penyemangat untuk membangun kembali madrasah,” kata Mukhlisin.
Selain menyerahkan bantuan, PKB Grobogan juga menyatakan komitmennya untuk mengawal usulan pembangunan kembali gedung Madin Miftahul Huda melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Grobogan.
Mukhlisin menjelaskan, usulan tersebut akan diperjuangkan dalam pembahasan Anggaran Perubahan Tahun 2026. Apabila belum dapat direalisasikan, pihaknya akan kembali mengusulkannya pada penganggaran tahun berikutnya.
“Keberadaan madrasah diniyah sangat penting dalam membentuk karakter dan pendidikan keagamaan generasi muda. Karena itu, kami akan berupaya agar pembangunan kembali gedung madrasah ini memperoleh dukungan anggaran,” tegasnya.
Sebelumnya, Madin Miftahul Huda terbakar pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari instalasi bangunan.
Api pertama kali diketahui warga yang melihat kobaran api di bagian atap gedung. Warga bersama pengurus yayasan sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan sederhana.
Namun, kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar konstruksi bangunan menggunakan material kayu.
Bangunan madrasah berukuran sekitar 12 x 7 meter tersebut akhirnya ludes dilalap api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun seluruh bangunan mengalami kerusakan berat sehingga untuk sementara tidak dapat digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar.












