Jateng

Dewi Gita dan Inul Daratista Bikin Reuni Emas SMA Kristen Purwodadi Gegap Gempita

×

Dewi Gita dan Inul Daratista Bikin Reuni Emas SMA Kristen Purwodadi Gegap Gempita

Sebarkan artikel ini
Kehadiran Dewi Gita dan Inul Daratista menjadikan perhelatan lintas generasi itu berlangsung gegap gempita namun penuh kehangatan.
Example 468x60

Grobogan, Jatimmandiri.id – Alunan lagu-lagu legendaris hingga dangdut populer membuat ratusan alumni SMA Kristen Purwodadi larut dalam nostalgia pada Reuni Emas bertema Dari Widya Wacana Menuju Koneksi Tanpa Batas, Minggu, 28 Juni 2026.

Kehadiran Dewi Gita dan Inul Daratista menjadikan perhelatan lintas generasi itu berlangsung gegap gempita namun penuh kehangatan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dewi Gita membuka kemeriahan dengan mengajak para alumni kembali mengenang masa-masa sekolah melalui lagu-lagu populer pada zamannya.

Mengenakan setelan jas serba putih, istri vokalis Gigi, Armand Maulana, itu membawakan lagu-lagu karya Koes Plus seperti Manis dan Sayang, Why Do You Love Me, Andaikan Kau Datang, Berpisah Tak Berpisah, hingga lagu ciptaannya sendiri, Penari.

Para alumni pun tampak larut bernyanyi bersama, menikmati setiap lagu yang membangkitkan kenangan.

Jika Dewi Gita membawakan lagu-lagu medley, Inul Daratista naik ke atas panggung membawakan lagu bernuansa dangdut koplo kekinian.

Tampil dengan balutan busana hitam putih, pedangdut tersebut membakar semangat para alumni lewat lagu-lagu Rungkad, Ikan di Dalam Kolam, Pamer Bojo, Seperti Mati Lampu, hingga Yang Penting Hepi.

Riuh tepuk tangan dan para alumni yang ikut berjoget menciptakan atmosfer pesta reuni yang meriah.

Sesekali mereka menyempatkan diri berswafoto dengan idolanya, baik Dewi Gita maupun suami Mas Adam itu meladeni para alumni dengan sabar.

Penampilan penyanyi asal Grobogan, Lena Sahara, semakin melengkapi kemeriahan acara reuni hari itu.

Selebgram yang juga menjadi salah satu pencetus reuni emas itu membawakan lagu Ku Tak Bisa Jauh dan mendapat sambutan hangat dari para peserta, terutama alumni yang bangga melihat putri daerah tampil di panggung utama.

Di balik kemeriahan hiburan, reuni emas memiliki makna yang lebih besar.

Baca Juga  Jelang Penutupan SPMB Sragen, Aduan Jalur Afirmasi Didominasi Masalah Sinkronisasi PIP

Ratusan alumni dari angkatan 1970 hingga 2020 berkumpul untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangkitkan kembali kejayaan SMA Kristen Purwodadi yang pernah menjadi salah satu sekolah favorit di Grobogan.

Salah satu pencetus reuni, Lena Sahara, mengungkapkan antusiasme alumni jauh melampaui ekspektasi panitia.

Bahkan, sejumlah tamu undangan tidak dapat diakomodasi karena kapasitas tempat telah penuh.

“Responsnya luar biasa. Tamu undangan yang ingin hadir sangat banyak, bahkan kami sampai menolak beberapa karena tempat sudah penuh. Ini menunjukkan reuni emas ini benar-benar sukses,” ujarnya.

Menurut Lena, reuni emas bukan sekadar ajang melepas rindu, melainkan menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali nama besar SMA Kristen Purwodadi.

“Harapannya reuni ini bisa mendongkrak kejayaan SMA Kristen Purwodadi seperti pada masa lalu. Ini adalah titik awal. Kalau tidak dimulai sekarang, sekolah ini tidak akan bisa bangkit kembali. Kami ingin gaung reuni ini menjadi semangat untuk mengembalikan kebesaran sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, kepeduliannya terhadap almamater telah diwujudkan melalui berbagai kontribusi, salah satunya membantu perbaikan gedung sekolah yang kondisinya sudah tidak layak.

Reuni emas ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai program kolaborasi alumni untuk mendukung kemajuan sekolah pada masa mendatang.

Selain suguhan hiburan, panitia juga menyiapkan doorprize bernilai puluhan juta rupiah.

Pengundian hadiah yang berlangsung meriah menjadi penutup rangkaian acara, meninggalkan kesan hangat, dan memperkuat ikatan kebersamaan di antara para alumni lintas generasi.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *