Lifestyle

Mangrove Eco Run 3.0 Hadirkan Trail Run Pertama di Surabaya, Targetkan 2.000 Peserta

×

Mangrove Eco Run 3.0 Hadirkan Trail Run Pertama di Surabaya, Targetkan 2.000 Peserta

Sebarkan artikel ini
Pemkot Surabaya meluncurkan Mangrove Eco Run 3.0 dengan kategori Trail Run 5K pertama di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar. Event ini menargetkan 2.000 peserta pada 26 Juli 2026.
Example 468x60

Surabaya, Jatimmandiri.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan Mangrove Eco Run 3.0 dengan meluncurkan kategori Mangrove Trail Run 5K, yang menjadi ajang trail run pertama di kawasan Kebun Raya Mangrove (KRM) Gunung Anyar.

Kegiatan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Tidak hanya menawarkan pengalaman berlari di jalur alami, Mangrove Eco Run 3.0 juga menggabungkan konsep olahraga, konservasi lingkungan, riset, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Peluncuran sekaligus Trial Activation berlangsung di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Minggu (28/6/2026), dengan melibatkan komunitas pelari dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Gresik.

Uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lintasan, aspek keselamatan, serta kenyamanan peserta menjelang pelaksanaan utama.

Pemkot Surabaya juga telah membuka pendaftaran Mangrove Eco Run 3.0 melalui tautan bit.ly/mangroveecorun3. Event yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Juli 2026 ini diharapkan mampu menarik ribuan pelari dari berbagai daerah sekaligus memperkuat posisi kawasan mangrove sebagai destinasi sport tourism berbasis konservasi dan edukasi.

Keselamatan Peserta Jadi Prioritas

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menegaskan bahwa seluruh persiapan difokuskan pada aspek keselamatan peserta.

Menurutnya, jalur semi trail yang melintasi pematang tambak telah melalui proses asesmen, termasuk pemadatan struktur tanah serta penempatan marshal dan tim medis di sejumlah titik yang dinilai memiliki tingkat risiko lebih tinggi.

“Keamanan peserta adalah prioritas utama kami. Uji coba lintasan ini menjadi simulasi awal untuk mengevaluasi seluruh aspek teknis sebelum pelaksanaan pada 26 Juli nanti,” ujar Syamsul.

Selain menjadi ajang olahraga, Mangrove Eco Run juga dirancang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Sepi Pengunjung, Pedagang Kya-Kya Harap Pemkot Surabaya Hadirkan Terobosan Baru

Selama rangkaian kegiatan pada 25–26 Juli 2026, Pemkot Surabaya akan melibatkan pelaku UMKM di kawasan Gunung Anyar untuk mengisi stan kuliner dan produk kerajinan. Warga setempat juga diberdayakan dalam pengelolaan area parkir serta layanan transportasi.

Perkuat Riset dan Konservasi Mangrove

Dalam rangkaian HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove, Pemkot Surabaya juga akan meluncurkan KRM Living Hub dan Festival Riset.

Melalui program tersebut, berbagai hasil penelitian tentang mangrove akan dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, seperti kapal ramah lingkungan, olahan pangan, sirup, batik, hingga kosmetik berbahan dasar mangrove.

Syamsul menegaskan seluruh kegiatan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. Sebagai kawasan penyerap karbon (carbon sink), Kebun Raya Mangrove juga akan menjadi lokasi penanaman bibit mangrove sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

“Kehadiran ribuan peserta akan diimbangi dengan penanaman bibit mangrove pada 25 Juli sebagai upaya memperluas tutupan hijau sekaligus meregenerasi kawasan pesisir,” jelasnya.

Trail Run Jadi Daya Tarik Baru

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, mengatakan penyelenggaraan tahun ketiga membawa perubahan paling signifikan sejak event ini pertama kali digelar.

Jika pada edisi sebelumnya sebagian lintasan masih berada di luar kawasan mangrove, kini seluruh rute dipusatkan di dalam Kebun Raya Mangrove.

“Karena seluruh lintasan berada di dalam kawasan mangrove, kami menghadirkan kategori baru, yaitu Mangrove Trail Run 5K. Ini menjadi pengalaman baru bagi para pelari untuk menikmati lintasan alami yang belum pernah ada di Surabaya,” kata Agus.

Selain kategori Trail Run 5K, panitia juga tetap membuka kategori Fun Run 3K yang dapat diikuti masyarakat umum.

Menurut Agus, kehadiran kategori trail run merupakan respons terhadap meningkatnya minat komunitas lari terhadap medan yang lebih menantang dibandingkan lomba lari konvensional.

Baca Juga  Cara Membuat Soto Lamongan Asli, Lengkap dengan Resep Kuah Kuning Gurih dan Koya

Tahun ini, Pemkot Surabaya menargetkan sebanyak 2.000 peserta, meningkat dibandingkan sekitar 1.200 peserta pada penyelenggaraan pertama dan 1.500 peserta pada edisi kedua.

Lintasan Aman dan Tetap Menantang

Race Director Motion Dignity, Erditya, menjelaskan jalur trail dirancang dengan tetap mempertahankan karakter alami kawasan mangrove.

Panitia telah membuka beberapa lintasan baru, memperkuat jembatan bambu, memperlebar jalur sempit, serta meratakan permukaan lintasan agar lebih aman dilalui peserta.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman trail run yang menantang tanpa mengabaikan faktor keselamatan. Seluruh titik lintasan telah dipetakan, marshal disiagakan, dan tim medis ditempatkan di sepanjang rute,” ujarnya.

Peserta kategori Trail Run 5K tidak diwajibkan menggunakan sepatu khusus trail, meski tetap disarankan apabila kondisi lintasan basah akibat hujan.

Panitia juga menyediakan water station di sepanjang rute sehingga peserta tidak perlu membawa perlengkapan hidrasi sendiri.

Kategori Fun Run 3K dapat diikuti peserta mulai usia enam tahun dengan persetujuan orang tua, sedangkan Trail Run 5K diperuntukkan bagi peserta minimal berusia 12 tahun. Khusus kategori trail, panitia juga menyiapkan podium bagi tiga pelari terbaik putra dan putri.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *