Jakarta, Jatimmandiri.id, – Mengurangi bahkan menghentikan konsumsi gula sering dianggap sebagai langkah penting untuk menjaga kesehatan. Di balik manfaatnya yang besar bagi tubuh, perubahan pola makan tersebut ternyata juga memicu berbagai reaksi, mulai dari peningkatan metabolisme hingga perubahan suasana hati yang mungkin dirasakan pada tahap awal.
Gula selama ini menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman. Meski setiap orang memiliki pilihan berbeda dalam mengonsumsinya, sebagian orang memutuskan mengurangi atau berhenti mengonsumsi gula demi alasan kesehatan. Keputusan tersebut membawa sejumlah perubahan yang memengaruhi berbagai fungsi tubuh.
Berikut 11 perubahan yang dapat terjadi ketika seseorang berhenti mengonsumsi gula.
1. Metabolisme tubuh menjadi lebih sehat
Mengurangi asupan gula membantu menjaga kadar insulin tetap stabil. Ahli diet Danielle Crumble Smith menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat mengurangi risiko resistensi insulin sekaligus meningkatkan kesehatan metabolisme secara keseluruhan.
“Dengan menghilangkan gula, kadar insulin Anda menjadi lebih stabil, mengurangi risiko terjadinya resistensi insulin dan membantu kesehatan metabolisme secara keseluruhan,” ujar Smith, dikutip dari Eat This.
2. Berat badan lebih mudah turun
Saat asupan gula berkurang, jumlah kalori yang masuk ke tubuh juga ikut menurun. Kondisi ini membantu proses penurunan berat badan sekaligus menekan risiko obesitas.
Selain itu, konsumsi gula berlebihan dapat memicu naik-turunnya kadar gula darah yang membuat seseorang lebih mudah lapar dan terus menginginkan makanan manis.
“Dengan mengurangi gula, Anda menstabilkan kadar gula darah, yang secara alami membantu mengurangi nafsu makan dan mempermudah penerapan pola makan seimbang,” jelas Smith.
3. Risiko peradangan kronis menurun
Smith juga menyebut bahwa membatasi konsumsi gula membantu mengurangi peradangan kronis dalam tubuh. Jika dibiarkan berlangsung lama, peradangan tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti radang sendi, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.
4. Kulit tampak lebih sehat dan awet muda
Gula memiliki sifat inflamasi yang dapat memperburuk kondisi kulit, termasuk memicu jerawat dan mempercepat proses penuaan.
Menurut Smith, gula juga memicu proses glikasi, yaitu ketika molekul gula menempel pada protein kulit sehingga elastisitas kulit berkurang dan kerutan lebih cepat muncul.
“Gula juga dapat menyebabkan penuaan kulit akibat proses glikasi, di mana molekul gula menempel pada protein di kulit, menyebabkan hilangnya elastisitas dan kerutan.”
Ia menambahkan, “Mengurangi asupan gula dapat meningkatkan kejernihan kulit dan memperlambat proses penuaan terkait peradangan dan glikasi.”
5. Tidur menjadi lebih berkualitas
Asupan gula memengaruhi produksi hormon serotonin dan melatonin yang berperan penting dalam mengatur siklus tidur.
Smith menjelaskan, konsumsi makanan atau minuman manis menjelang tidur justru dapat memperburuk kualitas istirahat malam.
6. Suasana hati bisa memburuk pada awalnya
Tidak semua dampak berhenti mengonsumsi gula langsung terasa menyenangkan. Pada fase awal, seseorang bisa menjadi lebih mudah marah, cemas, hingga rewel akibat perubahan kadar gula darah.
“Meskipun ‘tingginya gula’ di awal dapat menyebabkan peningkatan suasana hati sementara, penurunan gula darah selanjutnya dapat menyebabkan gangguan suasana hati, yang berpotensi meningkatkan perasaan cemas,” kata Smith.
Ia juga menjelaskan bahwa penghentian konsumsi gula dapat memengaruhi keseimbangan neurotransmiter di otak yang berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan.
7. Risiko penyakit jantung ikut menurun
Mengurangi konsumsi gula membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah sehingga kesehatan jantung menjadi lebih terjaga.
Ahli diet Annette Snyder menjelaskan bahwa trigliserida merupakan lemak darah yang berpotensi menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
“Bersamaan dengan kolesterol, tubuh Anda membuat zat yang disebut trigliserida, yang seperti lemak darah ‘halus’ yang dapat menyebabkan penyumbatan dan sejumlah masalah terkait lainnya,” ujar Snyder.
8. Kesehatan usus semakin baik
Mengurangi gula juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di saluran pencernaan.
“Bakteri di usus kita melindungi saluran pencernaan kita dan berfungsi sebagai garis pertahanan pertama melawan penjajah,” kata Snyder.
Ia menambahkan, “Ketika penghalang usus terpengaruh, lapisan tersebut lebih mudah dilintasi oleh mikroorganisme yang tidak diinginkan, dan ini berarti Anda bisa lebih sering sakit.”
Ketidakseimbangan bakteri usus akibat konsumsi gula juga dapat mengganggu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
9. Gigi dan gusi lebih terlindungi
Berhenti mengonsumsi gula membantu menjaga kesehatan rongga mulut. Pasalnya, bakteri di mulut memanfaatkan gula untuk menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan email gigi.
“Ada bakteri di mulut Anda, dan ketika mereka bersentuhan dengan gula, mereka menghasilkan asam yang dapat merusak email gigi Anda,” ujar Snyder.
Ia menambahkan, “Mengonsumsi gula tambahan sepanjang hari dari minuman manis sangat berbahaya, karena Anda terus-menerus memberi makan bakteri tersebut dengan sumber makanan favorit mereka.”
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gigi berlubang maupun penyakit gusi.
10. Menekan risiko diabetes tipe 2
Mengutip EatingWell, mengurangi konsumsi gula membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2 karena tubuh lebih terlindungi dari resistensi insulin yang sering dipicu oleh konsumsi gula berlebihan.
11. Energi tubuh lebih stabil sepanjang hari
Meski gula mampu memberikan tambahan energi secara cepat, efek tersebut hanya berlangsung sementara dan biasanya diikuti penurunan kadar glukosa yang membuat tubuh mudah lelah, lesu, serta cepat lapar.
Karena itu, kebutuhan energi harian lebih disarankan dipenuhi melalui sumber karbohidrat kompleks dan serat alami yang mampu memberikan energi lebih stabil dalam jangka waktu lebih lama.












