Blora, Jatimmandiri.id – Pembangunan Masjid Al-Hikmah di Dukuh Sambong, Desa Janjang, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, yang sempat terhenti selama lima tahun akhirnya kembali dilanjutkan.
Menariknya, proyek pembangunan rumah ibadah tersebut kini mendapat dukungan donasi tidak hanya dari masyarakat lokal, tetapi juga dari para donatur mancanegara.
Kisah kebangkitan pembangunan masjid di wilayah pelosok Blora ini menjadi perhatian Bupati Blora, H. Arief Rohman. Bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, Camat Jiken, dan Ketua Baznas Blora, Bupati meninjau langsung progres pembangunan Masjid Al-Hikmah pada Rabu (24/6/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati Arief Rohman mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang berhasil menggerakkan kepedulian hingga menembus batas negara.
“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga. Dengan kebersamaan ini, masjid yang diidamkan akan segera selesai. Semoga ke depan warga dapat beribadah dengan nyaman dan membawa manfaat luas,” ujar Arief Rohman.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati turut menyerahkan bantuan sebesar Rp20,5 juta yang berasal dari kolaborasi Baznas Blora, BUMD PT BPH, dan sejumlah kolega.
Pembangunan kembali Masjid Al-Hikmah bermula dari kepedulian dua tokoh pemuda setempat, Gito dan Parjo.
Mereka merasa prihatin melihat kondisi masjid kayu yang telah berusia sekitar 35 tahun dan dinilai tidak lagi mampu menampung kebutuhan ibadah sekitar 95 kepala keluarga yang tinggal di Dukuh Sambong.
Berangkat dari kondisi tersebut, keduanya berinisiatif melakukan penggalangan dana melalui media sosial dan platform daring. Respons masyarakat ternyata sangat luar biasa.
Dalam waktu kurang dari enam minggu, dana yang berhasil terkumpul mencapai sekitar Rp140 juta. Donasi datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga Blora yang merantau, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, hingga para donatur asing.
“Alhamdulillah, donatur dari Pakistan, Tiongkok, dan Jepang turut membantu Masjid Al-Hikmah. Bahkan hari ini, selain Bapak Bupati, ada perwakilan perusahaan PT MARKS Indonesia dari Jakarta yang datang langsung untuk menggarap interior masjid secara gratis,” ungkap Gito.
Menurutnya, bantuan yang terus mengalir menjadi motivasi besar bagi warga untuk menyelesaikan pembangunan masjid yang selama ini menjadi harapan masyarakat setempat.
Sementara itu, Parjo menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik dalam bentuk dana, material, maupun bantuan lainnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Blora serta Camat Jiken yang turut menyumbangkan Al-Qur’an untuk kebutuhan masjid.
Setelah pembangunan masjid baru selesai, bangunan masjid kayu lama rencananya tidak akan dibongkar. Warga bersepakat mengalihfungsikannya menjadi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) sebagai pusat pembelajaran agama bagi anak-anak di Dukuh Sambong.
Kisah Masjid Al-Hikmah menjadi bukti bahwa kekuatan gotong royong dan pemanfaatan media sosial dapat menghadirkan perubahan besar.
Dari sebuah pembangunan yang sempat mangkrak selama lima tahun, kini masjid tersebut kembali berdiri berkat kepedulian masyarakat dan solidaritas yang datang dari berbagai penjuru dunia.












