Jatim

Aksi Mogok Kerja di PT Pakerin Memasuki Hari Ketiga, Buruh Tuntut Upah 5 Bulan

×

Aksi Mogok Kerja di PT Pakerin Memasuki Hari Ketiga, Buruh Tuntut Upah 5 Bulan

Sebarkan artikel ini
Pihak buruh dan pimpinan PT Pakerin melakukan proses mediasi hingga Rabu malam (24/6).
Example 468x60

Mojokerto, Jatimmandiri.id – Memasuki hari ketiga, ribuan karyawan PT Pakerin masih menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang utama pabrik yang berlokasi di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Rabu, 24 Juni 2026.

Aksi yang telah berlangsung sejak Senin, 22 Juni 2026 ini merupakan bentuk protes atas belum dibayarkannya upah karyawan sejak awal tahun 2026 serta absennya Tunjangan Hari Raya (THR).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Keseriusan para buruh dalam memperjuangkan haknya terlihat dengan didirikannya tenda darurat dari terpal di sekitar lokasi.

Mereka berkomitmen untuk terus bermalam di area pabrik hingga tuntutan mereka dipenuhi.

“Ribuan karyawan PT Pakerin menuntut pembayaran upah mulai awal 2006 karyawan sebanyak seribuh lebih tanpa digaji dan tanpa tunjangan Hari raya dan tuntutan kami terpenuhi dan kalau tuntutan kami tidak terpenuhi kami akan tetap di depan pintu masuk PT. Pakerin dalam pengawalan ketat petugas kepolisian Polres Mojokerto,” ujar Ismujiarto, salah satu karyawan di lokasi aksi.

Aksi massa ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di jalur Surabaya menuju Mojosari mengalami kepadatan signifikan.

Kendaraan dari kedua arah terpantau padat merayap akibat massa aksi yang memenuhi akses masuk pabrik.

“Dalam lakukan aksi sempat tersendat arus lalulintas dari Surabaya menuju Mojosari padat merayap juga sebaliknya dari Mojosari arah Surabaya sama sampai Karyawan duduk di depan pintu masuk ke pabrik sampai tuntutan kami di penuhi,” tambah Ismujiarto.

Suasana sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara massa buruh dengan petugas keamanan pabrik.

Beruntung, ketegangan tersebut segera dapat diredam sehingga tidak berujung pada bentrokan fisik yang lebih luas.

Ketua PC SPAI FSPMI Mojokerto, Eka Hernawati, menjelaskan bahwa insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman.

Baca Juga  KPKNL Surabaya Alihkan Layanan Tatap Muka Hari Jumat ke Digital Melalui APT Online

“Tadi sempat terjadi insiden saling dorong dengan beberapa orang bayaran dari pihak perusahaan dengan kawan-kawan serikat. Sebenarnya hanya terprovokasi dengan apa yang disampaikan kawan-kawan. Alhamdulillah saat ini sudah kondusif,” ungkapnya.

Eka menegaskan bahwa fokus utama perjuangan buruh saat ini adalah kepastian pembayaran gaji yang tertunggak selama tiga bulan.

Yakni, periode Januari hingga Maret 2026. Hingga berita ini diturunkan, proses mediasi masih terus dilakukan.

“Sampai malam ini, kami masih lakukan mediasi dengan pimpinan perusahaan terkait tuntutan kawan-kawan kapan upah mereka dibayarkan,” jelas Eka.

Para pekerja menyayangkan sikap manajemen yang hingga kini belum hadir langsung untuk memberikan penjelasan transparan mengenai kondisi perusahaan maupun jadwal pembayaran hak-hak buruh.

“Kami tidak bisa menunggu terlalu lama untuk kepastian itu. Sehingga kami harus memaksimalkan anggota untuk berjuang bersama-sama di depan PT Pakerin,” tegasnya.

Hingga Rabu sore, ribuan pekerja masih terlihat bertahan di depan kawasan PT Pakerin.

Mereka tetap bersiaga, menunggu hasil negosiasi dengan manajemen demi mendapatkan kepastian atas nasib dan penghasilan mereka yang tertunda.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *