Nasional

Babak Baru MBG Dimulai, Nanik Deyang Gandeng Profesor Gizi untuk Benahi Tata Kelola

×

Babak Baru MBG Dimulai, Nanik Deyang Gandeng Profesor Gizi untuk Benahi Tata Kelola

Sebarkan artikel ini
Ketua BGN, Nanik S Deyang, saat memberikan keterangan pers.
Example 468x60

Jakarta, Jatimmandiri.id, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru setelah kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) berganti. Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryanti Deyang, langsung menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat kualitas tata kelola program dengan melibatkan para profesor ahli gizi dan dokter anak dalam struktur Dewan Pengarah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pembenahan menyeluruh yang tengah dilakukan BGN di tengah evaluasi besar terhadap pelaksanaan MBG. Program prioritas nasional itu sebelumnya menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan tata kelola, kualitas layanan, hingga kasus dugaan korupsi yang menyeret pimpinan BGN terdahulu.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Menurut Nanik, penguatan Dewan Pengarah bukanlah kebijakan baru yang muncul setelah pergantian pimpinan. Ia menjelaskan bahwa keberadaan organ tersebut sebenarnya sudah diatur sejak awal berdirinya BGN melalui Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Namun, ke depan peran Dewan Pengarah akan dioptimalkan dengan menghadirkan para ahli yang memiliki kompetensi langsung di bidang gizi dan kesehatan anak.

Keberadaan para akademisi dan tenaga medis dinilai krusial untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil BGN memiliki landasan ilmiah yang kuat, sekaligus mampu menjawab kebutuhan gizi masyarakat secara tepat, terutama bagi kelompok anak-anak yang menjadi sasaran utama program.

Usai dilantik di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (8/6/2026), Nanik menegaskan bahwa Dewan Pengarah akan menjadi mitra strategis yang memberikan arahan, masukan, dan panduan kepada pimpinan BGN dalam menjalankan berbagai program.

“Di SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja) sebetulnya dari Badan Gizi Nasional berdiri itu ada Dewan Pengarah. Di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para profesor ahli gizi dan juga profesor anak, eh dokter anak,” kata Nanik.

Baca Juga  Menaker Yassierli Dorong Penguatan Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia-Azerbaijan

Dalam rancangan yang sedang disiapkan, Dewan Pengarah akan beranggotakan tujuh orang. Mereka akan memiliki tugas utama membimbing dan mengarahkan jajaran pimpinan BGN dalam penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan strategis. Nanik mengungkapkan bahwa sebagian besar anggota Dewan Pengarah kemungkinan berasal dari kalangan pakar gizi yang memiliki pengalaman panjang dan kompetensi di bidangnya.

“Jadi nanti yang akan meng-guidance kami, yang akan membimbing kami nanti adalah Dewan Pengarah yang terdiri dari tujuh orang. Mungkin di antara tujuh orang itu lima kemungkinan mereka adalah dari pakar-pakar gizi,” ujarnya.

Komposisi tersebut diharapkan mampu mendorong pelaksanaan program-program BGN agar tidak hanya berfokus pada pencapaian target jumlah penerima manfaat, tetapi juga mengedepankan standar kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Nanik Sudaryanti Deyang sendiri resmi menjabat sebagai Kepala BGN setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8/6/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN serta pemberhentian Wakil Kepala BPKP.

Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Ketiga pejabat tersebut menggantikan Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya yang diberhentikan setelah terseret kasus dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Penguatan Dewan Pengarah yang melibatkan kalangan akademisi dan dokter dipandang sebagai langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap BGN. Kehadiran para pakar diharapkan dapat memperkuat mekanisme pengawasan internal, memastikan setiap kebijakan berbasis ilmu pengetahuan, serta menjaga kualitas pelaksanaan program yang menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.

Melalui dukungan profesor ahli gizi dan dokter anak, BGN ingin menegaskan bahwa pengelolaan MBG ke depan tidak hanya berorientasi pada percepatan pelaksanaan dan perluasan cakupan program, tetapi juga menempatkan kualitas layanan, keamanan pangan, serta keberlanjutan manfaat bagi masyarakat sebagai prioritas utama.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *