Grobogan, Jatimmandiri.id, – Pemerintah Kabupaten Grobogan mempercepat pelaksanaan belanja modal untuk meningkatkan serapan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang hingga akhir Mei baru mencapai sekitar 30 persen.
Sekretaris Daerah Grobogan, Anang Armunanto, mengatakan realisasi keuangan daerah sampai akhir Mei 2026 tercatat sebesar Rp 881,15 miliar
atau sekitar 30 persen dari total anggaran yang tersedia.
Menurutnya, percepatan dilakukan melalui pengadaan barang dan jasa, terutama pada sektor belanja modal
yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan serapan anggaran.
Selain itu, pencairan gaji ke-13 ASN pada Juni juga diproyeksikan ikut mendongkrak realisasi belanja.
“Yang dipercepat terutama pengadaan barang dan jasa untuk belanja modal. Kemudian ada pembayaran gaji ke-13 yang direncanakan cair Juni ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masih rendahnya serapan dipengaruhi sejumlah program yang masih berproses,
terutama belanja modal yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan provinsi, hingga pinjaman daerah.
Pada APBD 2026, pendapatan daerah Grobogan ditargetkan Rp 2,677 triliun dengan belanja daerah mencapai Rp 2,89 triliun.
Dari total belanja tersebut, alokasi belanja modal mencapai Rp 451,4 miliar, sedangkan belanja barang dan jasa sebesar Rp 591,3 miliar.
Sebelumnya, hingga akhir Februari 2026 realisasi APBD Grobogan masih berada di angka 4,7 persen atau Rp 135,83 miliar.
Pemkab berharap percepatan proyek dan belanja pemerintah dapat mempercepat penyerapan anggaran pada semester pertama tahun ini.
“Kami menargetkan akhir tahun bisa terserap 100 persen,” katanya.












