EkonomiJatimPendidikan

IPM Nganjuk 2026 Melesat! Standar Hidup Layak dan Sektor Pendidikan Kian Berkualitas

Penulis: Iskandar ZulkarnaenEditor: Alif Bintang
×

IPM Nganjuk 2026 Melesat! Standar Hidup Layak dan Sektor Pendidikan Kian Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Pelajar di Nganjuk tampak bersemangat mengikuti pembelajaran.
Example 468x60

Nganjuk, Jatimmandiri.id — Kabar baik menyelimuti Kabupaten Nganjuk. Pembangunan manusia di wilayah ini sepanjang tahun 2026 menunjukkan tren perkembangan yang sangat positif.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tercatat mengalami percepatan pertumbuhan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan dimensi standar hidup layak yang mencatatkan lonjakan paling signifikan.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Nganjuk, Wahyu Purnamahadi, menjelaskan bahwa peningkatan IPM ini mencerminkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh dan merata.

“Tiga pilar utama IPM, umur harapan hidup yang makin panjang, akses pendidikan yang makin baik, dan daya beli masyarakat yang terus menguat, semuanya bergerak ke arah yang positif. Pengeluaran riil per kapita penduduk Nganjuk pada 2026 tumbuh 5,98 persen, dari Rp14,068 juta menjadi Rp14,909 juta per tahun. Ini menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat benar-benar terasa meningkat,” terangnya, Jumat (6/11/2026)>

Berdasarkan data BPS, peningkatan kualitas hidup masyarakat Nganjuk pada 2026 ditopang oleh tiga pilar utama:

  • Dimensi Kesehatan: Angka harapan hidup bagi bayi yang lahir pada 2026 kini mencapai 75,19 tahun, meningkat 0,23 tahun dari periode sebelumnya.
  • Dimensi Pendidikan: Akses pendidikan kian merata. Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia 7 tahun naik tipis menjadi 13,20 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas tercatat di angka 8,27 tahun.
  • Dimensi Standar Hidup Layak: Pengeluaran riil per kapita per tahun melesat naik sebesar Rp841 ribu (5,98%) dari Rp14,068 juta menjadi Rp14,909 juta.

Percepatan pembangunan manusia ini tak lepas dari efektivitas kebijakan daerah yang inklusif.

Salah satu program pendukung yang krusial adalah penyediaan layanan angkutan sekolah gratis khusus penyandang disabilitas oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk.

Melalui empat rute operasional yang menjangkau SLB Krida Utama II Loceret, SLB Krida Utama I Tanjunganom, SLB Shanti Kosala Mastrip Begadung, hingga SLB Negeri Sambirejo Ngrajek, pemerintah berhasil menekan beban biaya transportasi keluarga sekaligus memperluas hak akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Baca Juga  Lansia Bahagia Rayakan Kemerdekaan

Menanggapi rapor positif ini, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyambut baik capaian tersebut dan menegaskan bahwa kemajuan daerah berada di jalur yang tepat.

Namun, ia mengingatkan agar seluruh jajaran tidak lekas berpuas diri.

“Peningkatan IPM ini bukan angka semata. Ini bukti nyata bahwa pembangunan di Nganjuk berjalan pada jalur yang benar. Namun kita tidak boleh berpuas diri. Masih ada ruang untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, pendidikan yang lebih merata, dan peningkatan daya beli masyarakat agar manfaatnya dirasakan lebih adil oleh seluruh warga Nganjuk,” pesan Marhaen.

 

Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan seluruh elemen masyarakat diyakini akan terus membawa Nganjuk menjadi daerah yang semakin maju, inklusif, dan sejahtera secara berkelanjutan.

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *