Milan, jatimmandiri.id – AC Milan harus menelan kekalahan mengejutkan saat menjamu wakil Hungaria, Ferencvaros, pada lanjutan fase liga Liga Europa, Kamis.
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion San Siro, Rossoneri takluk dengan skor 0-2. Hasil ini membuat peluang Milan melaju ke fase berikutnya semakin terancam.
Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia bahkan mempertanyakan pendekatan dan kesiapan mental anak asuhnya setelah gagal menunjukkan performa yang kompetitif.
Kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena Milan sebelumnya berhasil meraih kemenangan atas rival sekotanya, Inter Milan, dalam lanjutan Serie A pada akhir pekan lalu. Namun, performa positif itu tidak mampu mereka pertahankan di kompetisi Eropa.
Dua gol Lenny Joseph menjadi mimpi buruk bagi Milan. Penyerang Ferencvaros tersebut sukses membobol gawang tuan rumah dua kali, sekaligus membawa timnya mempertahankan rekor sempurna pada fase liga.
Sebaliknya, Milan kini baru mengoleksi tiga poin dari empat pertandingan. Mereka terpuruk di peringkat ke-28 klasemen sementara.
Situasi semakin mengecewakan karena Milan gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah pemain pengganti Ferencvaros, Bamidele Yusuf, menerima kartu merah langsung pada menit ke-77.
“Ketika bermain untuk Milan, ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Kami tidak bisa tampil seperti ini. Kami belum siap bersaing di dua kompetisi, baik Serie A maupun Eropa. Kami harus memperbaiki pendekatan dalam menghadapi pertandingan,” kata Amorim.
Pelatih asal Portugal tersebut juga menegaskan tidak memiliki alasan untuk membela penampilan timnya.
“Tidak ada yang bisa saya katakan. Kami seharusnya menang. Ini pertandingan yang sangat penting. Saya tidak punya alasan untuk membela tim,” lanjutnya.
Amorim Pertanyakan Kesiapan Mental Pemain
Meskipun Milan menunjukkan performa cukup menjanjikan di Serie A dengan hanya sekali menelan kekalahan dalam 10 pertandingan, situasi berbeda terjadi di Liga Europa. Mereka sudah tiga kali kalah dari empat pertandingan yang dijalani.
Amorim bahkan mengakui kemungkinan dirinya turut melakukan kesalahan dalam mempersiapkan tim.
“Mungkin saya melakukan sesuatu yang salah dalam beberapa hari terakhir. Tahun lalu tim ini juga memiliki masalah serupa. Hari ini kami tidak siap. Kami tidak menunjukkan sikap dan mentalitas untuk berjuang sekuat tenaga ketika tertinggal. Malam ini tidak ada alasan,” ungkapnya.
Dalam pertandingan tersebut, Amorim melakukan enam perubahan susunan pemain dibandingkan tim yang mengalahkan Inter Milan. Namun, keputusan itu belum memberikan dampak positif.
Bahkan, sang pelatih melakukan tiga pergantian pemain sekaligus saat turun minum. Salah satu pemain yang dimasukkan adalah bintang tim nasional Amerika Serikat, Christian Pulisic.
Meski demikian, perubahan tersebut tidak mampu mengangkat performa Milan.
Ferencvaros justru tampil lebih efektif. Setelah memberikan tekanan kepada lini pertahanan tuan rumah pada babak pertama, Lenny Joseph membuka keunggulan pada awal babak kedua.
Gol pertama lahir setelah Joseph memanfaatkan kesalahan kiper pelapis Milan, Lorenzo Torriani. Tidak berselang lama, penyerang tersebut kembali mencatatkan namanya di papan skor melalui serangan balik cepat ketika Milan berusaha mengejar ketertinggalan.
Unggul dua gol membuat Ferencvaros semakin percaya diri. Sementara itu, Milan kesulitan membongkar pertahanan lawan meskipun memiliki keunggulan jumlah pemain setelah Yusuf diusir wasit.
Amorim mengakui Ferencvaros tampil lebih baik dalam berbagai aspek permainan, mulai dari teknik, taktik, hingga mentalitas.
“Mereka lebih baik secara teknis, taktis, dan terutama mental. Mereka memang pantas menang. Hari ini kami tidak siap untuk bermain sepak bola profesional,” tegasnya.
Ia pun meminta seluruh pemain melakukan evaluasi dan bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.
“Kami harus melihat kekurangan diri sendiri dan berusaha menjadi lebih baik,” pungkas Amorim.
Kekalahan dari Ferencvaros menjadi peringatan serius bagi AC Milan. Selain harus segera memperbaiki posisi di klasemen Liga Europa, Rossoneri juga dituntut membenahi konsistensi permainan agar mampu bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa.












