Nganjuk, Jatimmandiri.id — Upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor terus digencarkan untuk mengoptimalkan pengelolaan kawasan hijau di daerah.
Administratur/KKPH Nganjuk, Agus Suryawan, menegaskan pentingnya membangun hubungan kerja sama yang harmonis antara Perhutani dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk guna mendukung tugas dan fungsi lembaganya, mulai dari pengelolaan kawasan hutan lestari, pengamanan, hingga pemberdayaan masyarakat desa hutan.
Menurut Agus, Perhutani tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga kelestarian ekosistem dan sumber daya alam. Diperlukan dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan, terutama Pemkab Nganjuk.
“Dengan dukungan Pemkab dan stakeholder, kami akan menggencarkan berbagai program yang bersentuhan langsung dengan lingkungan dan kesejahteraan warga di sekitar hutan,” kata Agus, Kamis (5/11/2026).
Menutup rangkaian koordinasi tersebut, Agus kembali menekankan pentingnya menjaga kesinambungan kemitraan melalui semangat kebersamaan di antara kedua belah pihak.
“Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, kedua institusi diharapkan dapat terus berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus mendukung pembangunan Kabupaten Nganjuk,” tandasnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyambut baik langkah koordinasi dan silaturahmi ini sebagai momentum strategis untuk mempererat kemitraan kedua institusi.
Komunikasi yang solid dinilai krusial dalam menyelaraskan program pembangunan daerah dengan upaya pelestarian lingkungan hidup dan optimalisasi potensi lokal.
“Kami berharap melalui koordinasi dan silaturahmi ini, kerja sama yang telah terjalin dapat semakin ditingkatkan sehingga keberadaan hutan mampu memberikan manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Marhaen.
Pemkab memandang sinergi ini memiliki andil besar dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Tidak hanya berfokus pada aspek ekologis, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat, khususnya komunitas yang tinggal di sekitar kawasan hutan.












