Edu-Life & Sport

Ratusan Siswa Tulungagung Belajar Melindungi Satwa Liar

Penulis: AyundaEditor: Ayn
×

Ratusan Siswa Tulungagung Belajar Melindungi Satwa Liar

Sebarkan artikel ini
Anggota Lembaga Edukasi Satwa Cinta Satwa dan Konservasi (Les-Cakra) Tulungagung memperagakan teknik penanganan satwa liar kepada siswa SDN 2 Pucungkidul di Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Kamis (5/11/2026)
Example 468x60

Tulungagung, Jatimmandiri.id – Mengenalkan satwa liar sejak usia sekolah menjadi salah satu cara menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Sebanyak 198 siswa SDN 2 Pucungkidul, Kabupaten Tulungagung, mengikuti edukasi konservasi satwa untuk memahami pentingnya melindungi hewan dan habitat alaminya.

Kegiatan yang berlangsung di sela proses belajar mengajar tersebut digelar bersama Lembaga Edukasi Satwa Cinta Satwa dan Konservasi (Les-Cakra) Tulungagung dalam rangka memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN), Kamis (5/11).

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Ketua Les-Cakra Tulungagung, Yuga Hermawan, mengatakan edukasi dikemas melalui permainan interaktif dan praktik langsung agar materi lebih mudah dipahami anak-anak.

“Tujuan kami untuk edukasi dan pesertanya anak-anak, jadi kami gunakan media gim dan praktik langsung supaya anak-anak lebih paham bagaimana cara melestarikan satwa di alam agar tidak punah,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan sejumlah satwa yang hidup di sekitar perkebunan dan persawahan, seperti musang, garangan, luwak, ular, hingga trenggiling yang merupakan satwa dilindungi.

Peserta juga menyaksikan peragaan teknik penanganan dan pengamanan satwa liar, termasuk ular piton. Melalui praktik tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai cara menghadapi keberadaan satwa liar tanpa membahayakan manusia maupun hewan.

Yuga menegaskan, demonstrasi itu bukan ajakan untuk memelihara satwa liar, melainkan memberikan pengetahuan mengenai keselamatan dan perlindungan satwa.

“Kami tekankan sesi peragaan ini bukanlah bentuk ajakan untuk memelihara hewan itu, melainkan edukasi keselamatan agar mereka memahami prosedur pengamanan yang aman bagi manusia maupun satwa tanpa menyakiti hewan,” ujarnya.

Kepala SDN 2 Pucungkidul, Kecamatan Boyolangu, Sri Sulastriningsih, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tahunan sekolah untuk memperluas wawasan dan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.

Sebelumnya, sekolah juga rutin menggandeng berbagai instansi untuk memberikan pendidikan tambahan, di antaranya puskesmas, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), serta Dinas Perhubungan.

Baca Juga  Festival Amal HUT Ke-2 Faskho Sengox Pukau Ribuan Penonton

Melalui edukasi konservasi ini, sekolah berharap siswa tidak sekadar mengenali jenis satwa, tetapi juga memahami pentingnya menjaga kelangsungan hidup hewan liar dan mempertahankan habitat alaminya

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *