Jakarta, Jatimmandiri.id – Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan jual pada perdagangan Rabu (4/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan setelah sehari sebelumnya terkoreksi lebih dari 2 persen. Situasi ini memperlihatkan rapuhnya sentimen investor di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika politik dalam negeri, termasuk isu penangkapan jenderal kepolisian terkait dugaan penyadapan presiden.
Berdasarkan data Google Finance pukul 09.13 WIB, IHSG melemah 1,54 persen atau kehilangan 75,56 poin ke posisi 4.828,73 pada perdagangan sesi pertama. Bahkan, indeks sempat menyentuh level terendah harian di angka 4.824,36. Penurunan tersebut memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung sejak Selasa (3/11).
Tekanan pasar sebelumnya terlihat dari koreksi sejumlah sektor unggulan. Dalam risetnya, MNC Sekuritas mencatat sektor IDX Basic mengalami penurunan 3,24 persen, disusul IDX Industrial sebesar 3,15 persen dan IDX Energy yang terkoreksi 2,92 persen. Pelemahan ketiga sektor tersebut turut memperbesar tekanan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.
Analis MNC Sekuritas sebelumnya memperkirakan tren penurunan IHSG masih berlanjut. Area 4.847–4.907 dipetakan sebagai level support krusial yang perlu diperhatikan pelaku pasar. Namun, posisi indeks yang telah menembus batas bawah area tersebut mengindikasikan risiko koreksi lebih lanjut.
Dalam proyeksinya, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak menuju rentang 4.763–4.845. Level 4.763 menjadi perhatian karena mencerminkan kemungkinan skenario koreksi yang lebih dalam apabila tekanan jual belum mereda.
Selain faktor teknikal, kondisi makroekonomi juga menjadi beban bagi pasar saham domestik. Nilai tukar rupiah masih terdepresiasi hingga Rp18.157 per dolar AS. Pada saat bersamaan, imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) bertenor 10 tahun meningkat ke level 7,7 persen.
Sentimen eksternal turut memengaruhi pergerakan investor. Harga minyak mentah dunia dilaporkan merosot sekitar 8 persen menyusul perkembangan rencana diplomasi Amerika Serikat dan Iran menjelang pemilu sela (mid-term election).
MNC Sekuritas sebelumnya masih melihat peluang pemulihan teknikal atau technical rebound pada kisaran 4.908–4.914. Namun, derasnya aksi jual sejak pembukaan perdagangan Rabu membuat peluang tersebut menghadapi tantangan. IHSG kini semakin mendekati skenario koreksi menuju level 4.763












