EkbisEkonomi

Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Soda Ash Berkapasitas 300 Ribu Ton

Penulis: RedaksiEditor: Ayn
×

Petrokimia Gresik Bangun Pabrik Soda Ash Berkapasitas 300 Ribu Ton

Sebarkan artikel ini
Pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida di kawasan Petrokimia Gresik, Jawa Timur.
Example 468x60

Gresik, Jatimmandiri.id – Ketergantungan industri nasional terhadap impor bahan baku kimia mulai ditekan melalui pembangunan pabrik Soda Ash dan Amonium Klorida di kawasan Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Proyek PT Pupuk Indonesia (Persero) ini ditargetkan menghasilkan produk substitusi impor sekaligus menghemat devisa negara hingga Rp1,4 triliun setiap tahun.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan proyek tersebut menjadi langkah strategis memperkuat hilirisasi, meningkatkan kemandirian industri, serta mengoptimalkan pemanfaatan emisi karbon dari proses produksi pupuk.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

“Melalui hilirisasi, kita memperluas kemampuan Indonesia menghasilkan bahan baku industri, mengurangi ketergantungan impor, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” ujar Rahmad dalam keterangan resmi, Minggu (1/11).

Pembangunan memasuki tahap pengembangan setelah PT Petrokimia Gresik dan PT Rekayasa Industri (Rekind), anak perusahaan Pupuk Indonesia, menandatangani kontrak Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).

Pabrik Soda Ash dirancang memiliki kapasitas 300.000 ton per tahun. Produksi tersebut diproyeksikan menggantikan sekitar 29 persen kebutuhan impor nasional. Sepanjang 2025, Indonesia masih mengimpor sekitar 1,05 juta ton Soda Ash senilai 225 juta dolar AS.

Selain itu, fasilitas tersebut akan memproduksi 300.000 ton Amonium Klorida per tahun sebagai bahan baku pembuatan pupuk NPK. Kehadirannya diharapkan memperkuat integrasi rantai pasok industri kimia dan pupuk nasional.

Rahmad menegaskan investasi tersebut sejalan dengan dua mandat perusahaan, yakni menjaga ketahanan pangan dan membangun kedaulatan industri nasional. Proyek ini juga menjadi bagian dari agenda pembangunan dan revitalisasi delapan pabrik dalam lima tahun mendatang.

Manfaatkan Emisi Karbon

Keunggulan lain proyek ini terletak pada penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU). Fasilitas tersebut dirancang memanfaatkan sekitar 174.000 ton karbon dioksida (CO2) per tahun dari proses produksi pupuk untuk diolah menjadi bahan baku Soda Ash.

Baca Juga  10.070 Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi di Indonesia

Teknologi ini mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060. Uji coba melalui fasilitas pilot plant Petrokimia Gresik sebelumnya mencatat efisiensi penangkapan karbon sebesar 91,48–97,79 persen.

“Melalui Proyek Soda Ash dan Amonium Klorida ini, kami ingin menunjukkan bahwa inovasi dapat dikembangkan menjadi kemampuan industri, dan bahwa teknologi rendah karbon dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata,” tambah Rahmad.

Selain Gresik, Pupuk Indonesia membangun pabrik Soda Ash melalui PT Pupuk Kalimantan Timur di Bontang. Kedua fasilitas memiliki kapasitas gabungan 600.000 ton per tahun atau sekitar 60 persen volume impor nasional. Jika beroperasi penuh, keduanya diperkirakan menghemat devisa sekitar Rp2 triliun setiap tahun

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *