Jember, Jatimmandiri.id – Gangguan prasarana akibat gogosan atau pengikisan tanah di sekitar jalur rel wilayah Kabupaten Jember mengacaukan perjalanan lima kereta api di Daerah Operasi (Daop) 9 Jember, Senin (2/11). Kondisi tersebut memaksa PT KAI membatalkan sejumlah perjalanan, mengalihkan penumpang menggunakan bus, serta menahan kereta hingga jalur dinyatakan aman.
Gogosan terjadi di KM 10+0/1 pada petak jalan perbatasan Ledokombo–Sempolan, Jember, Jawa Timur. Lima perjalanan terdampak meliputi KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang dan Ketapang–Jember, KA Tawangalun relasi Ketapang–Malang, KA Logawa relasi Jember–Purwokerto, serta KA Sritanjung relasi Ketapang–Lempuyangan.
Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan KA Pandanwangi relasi Jember–Ketapang yang tertahan di Stasiun Kalisat dibatalkan. Pembatalan juga berlaku untuk keberangkatan Pandanwangi relasi Ketapang–Jember pukul 10.00 WIB.
KAI memberikan pengembalian tiket sebesar 100 persen kepada seluruh penumpang kedua perjalanan tersebut.
Sementara itu, perjalanan KA Tawangalun yang tertahan di Stasiun Kalibaru dibatalkan sebagian pada lintas Kalibaru–Kalisat. Penumpang kemudian diangkut menggunakan bus menuju Stasiun Kalisat melalui skema overstappen. Setibanya di sana, perjalanan menuju Malang dilanjutkan menggunakan rangkaian KA Pandanwangi.
Penumpang Tawangalun juga memperoleh layanan Service Recovery sesuai ketentuan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan.
Adapun KA Logawa masih ditahan di Stasiun Kalibaru, sedangkan KA Sritanjung berada di Stasiun Glenmore sambil menunggu pemeriksaan keselamatan jalur.
Meski demikian, KA Pandalungan relasi Jember–Gambir tetap diberangkatkan sesuai jadwal pukul 09.00 WIB. Pengaturan operasional dilakukan berdasarkan kondisi keselamatan masing-masing lintas.
Gangguan tersebut mengakibatkan keterlambatan signifikan. KA Tawangalun terlambat 269 menit, KA Sritanjung 184 menit, sedangkan KA Logawa mencapai 213 menit di sejumlah stasiun tujuan.
Cahyo menegaskan petugas operasional, sarana, dan prasarana terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan serta memastikan jalur aman sebelum kembali dilintasi.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Perusahaan berkomitmen untuk terus melakukan penanganan prasarana dan pengaturan operasional secara maksimal dengan tetap menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama,” ujarnya












