Nganjuk, Jatimmandiri.id — Kabar baik bagi pencari kerja di Kabupaten Nganjuk. PT Japfa Food Indonesia resmi memasuki tahap pembangunan di wilayah Kecamatan Jatikalen.
Kehadiran fasilitas industri berskala besar ini disambut antusias oleh masyarakat setempat yang mendambakan terbukanya kesempatan kerja di daerah sendiri.
Lokasi proyek strategis tersebut kini disibukkan dengan aktivitas alat berat serta para pekerja konstruksi yang terlihat jelas dari jalan raya, menarik perhatian warga yang melintas di sekitar kawasan proyek.
Salah satu warga Desa Jatikalen, Slamet, mengaku sangat senang mendengar kabar tersebut.
“Ini harapan kami sekaligus solusi. Selama ini banyak anak muda di sini yang harus merantau ke kota besar hanya untuk mencari pekerjaan. Semoga setelah pabrik ini selesai, anak-anak kami bisa bekerja dekat dengan keluarga, tidak perlu jauh-jauh lagi,” ujarnya dengan wajah ceria, Minggu (1/11/2026).
Senada dengan Slamet, Siti Aminah turut menaruh harapan besar terhadap proses rekrutmen mendatang.
“Semoga syarat pendaftarannya tidak terlalu sulit dan prioritasnya memang benar-benar untuk warga sekitar. Kami ingin sekali ada penghasilan tetap tanpa harus meninggalkan keluarga,” tambahnya.
Antusiasme serupa juga dirasakan oleh warga dari wilayah lain.
Saat ditemui sedang melintas di dekat lokasi proyek, Joko, warga Desa Pace, menyambut baik pembangunan tersebut.
“Saya sering lewat sini dan melihat pembangunannya makin hari makin terlihat. Semoga beroperasinya pabrik ini nanti tidak hanya memberi lapangan kerja, tapi juga membawa kemajuan untuk Jatikalen dan daerah sekitarnya. Ekonomi di sini pasti akan lebih hidup,” ungkapnya penuh harap.
Hal senada disampaikan oleh Maimunah yang turut melintas di kawasan proyek.
“Semoga berjalan lancar, aman, dan membawa berkah untuk kita semua. Mudah-mudahan nanti perekonomian warga di sini ikut meningkat.”
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PT Japfa Food Indonesia mengenai proyeksi jumlah tenaga kerja yang akan diserap maupun kepastian jadwal rampungnya konstruksi.
Kendati demikian, proyek ini diproyeksikan menjadi angin segar bagi perekonomian lokal.
Perlu dicatat bahwa fasilitas ini masih dalam tahap pembangunan konstruksi awal.
Rencana operasional yang diperkirakan pada tahun 2027 mendatang masih akan bergantung pada penyelesaian fisik bangunan serta pemenuhan seluruh persyaratan perizinan yang berlaku.












