Lumajang, Jatimmandiri.id – Kekompakan perangkat desa menjadi pekerjaan utama Beni Efendi setelah dipercaya memimpin Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Lumajang periode 2026–2031. Ketua terpilih dari Kecamatan Pasrujambe tersebut diharapkan mampu menyatukan perangkat desa sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan desa.
Kepercayaan itu diberikan melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PPDI Kabupaten Lumajang di Gedung PKK Kabupaten Lumajang, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan diikuti 125 peserta dan dihadiri Bupati Lumajang Indah Amperawati, Ketua DPRD, Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD), Kepala DPMD Bayu Ruswantoro, Kesbangpol, Forkopimda, serta jajaran PPDI Provinsi Jawa Timur.
Bupati Indah Amperawati menegaskan, soliditas perangkat desa menjadi modal penting menciptakan pemerintahan yang harmonis. Ia meminta PPDI, PABPDSI, dan AKD membangun hubungan yang saling mendukung.
“Seluruh perangkat desa harus bisa bergandengan tangan dan mendukung program-program kepala desa. PPDI, PABPDSI, maupun AKD harus bergandengan tangan untuk bersama-sama membangun desa,” kata Indah.
Menurutnya, kepala desa merupakan pimpinan tertinggi pemerintahan desa. Karena itu, kepala desa, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus memiliki kesamaan visi dan misi. Pelaksanaannya diwujudkan melalui keputusan politik dan penganggaran, termasuk APBDesa.
Indah juga mengingatkan agar perbedaan pandangan tidak menghambat kepentingan masyarakat. Seluruh elemen desa diminta mendukung program nasional Presiden RI dan menyikapi dinamika kebijakan pusat secara bijak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti infrastruktur jalan. Sejak dilantik bersama wakil bupati pada Februari 2025, perbaikan jalan dilakukan bertahap sesuai kemampuan anggaran dan pembahasan bersama DPRD.
“Insyaallah tahun ini ada 20 ruas jalan yang kita bangun. Tahun kemarin juga 20 ruas, dan tahun depan akan kita sepakati bersama DPRD. Kita terus berupaya agar jalan-jalan di Kabupaten Lumajang semakin baik karena menjadi akses penting bagi perekonomian, pendidikan, dan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga akan mempelajari aspirasi mengenai seragam perangkat desa dengan mempertimbangkan kedudukan mereka sebagai aparatur pemerintahan desa.
Kepala DPMD Lumajang Bayu Ruswantoro meminta pengurus menjaga amanah, merangkul seluruh anggota, dan tidak menjadikan organisasi sebagai kepentingan pribadi atau golongan.
“Siapa pun yang dipilih harus dihormati. Siapa yang dipercaya harus benar-benar bertanggung jawab menjaga amanah organisasi. Namanya saja Persatuan Perangkat Desa Indonesia, sehingga harapannya seluruh anggotanya semakin solid dan bersatu,” kata Bayu.
Ia juga meminta koordinator kecamatan (korcam) aktif menyampaikan persoalan anggota kepada pengurus kabupaten untuk dikoordinasikan dengan DPMD maupun OPD terkait. Komunikasi harus berjalan efektif dengan memanfaatkan teknologi. PPDI juga diharapkan mandiri dan solutif.
Sementara itu, Beni menegaskan kepengurusan baru akan mengutamakan kerukunan, komunikasi, dan kolaborasi. Seluruh perangkat desa dari berbagai kecamatan harus dirangkul tanpa membedakan latar belakang maupun wilayah.
Ia berharap PPDI menjadi wadah pemersatu sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan perangkat desa dan mendukung pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.












