Lamongan, jatimmandiri.id – Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi di sektor pertanian. Berhasil mencatatkan produksi Gabah Kering Giling (GKG) tertinggi di Jawa Timur pada 2025, Lamongan meraih Wilwatikta Awards 2026 sebagai Terbaik I Kategori Kedaulatan Pangan (Komoditas Beras).
Penghargaan tersebut diberikan pada Jumat (30/10/2026) sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Lamongan dalam bentuk GKG pada 2025 mencapai 904,93 ribu ton. Angka tersebut meningkat 16,57 persen atau sekitar 128,64 ribu ton dibandingkan produksi 2024 yang tercatat sebesar 776,29 ribu ton.
Peningkatan produksi tersebut sejalan dengan bertambahnya luas tanam. Pada 2025, luas tanam padi di Lamongan mencapai 153,38 ribu hektare, naik 17,38 persen atau 22,71 ribu hektare dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 130,67 ribu hektare.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Lamongan pada posisi pertama sebagai daerah dengan produksi GKG tertinggi di Jawa Timur.
Tidak hanya unggul dalam produksi, Lamongan juga berhasil melampaui target nasional Luas Tambah Tanam (LTT) pada 2025.
Dari target sebesar 192.373 hektare, realisasi LTT Kabupaten Lamongan mencapai 192.430 hektare. Dengan demikian, capaian tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Keberhasilan peningkatan luas tanam dan produksi pertanian ini turut memberikan dampak positif terhadap potensi kesejahteraan petani.
Bertambahnya area pertanian yang produktif dapat meningkatkan volume produksi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Selain itu, optimalisasi lahan tidur juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai ekonomi wilayah pedesaan.
Yuhronur Efendi Apresiasi Kerja Keras Petani Lamongan
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas penghargaan Wilwatikta Awards 2026 yang berhasil diraih Kabupaten Lamongan.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak yang selama ini berkomitmen menjaga ketahanan dan kemandirian pangan daerah.
“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh elemen, mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga seluruh perangkat daerah yang selama ini bersinergi dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan,” ujarnya.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut menegaskan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk terus memperkuat sektor pertanian dan menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa kedaulatan pangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan daerah menghasilkan bahan pangan dalam jumlah mencukupi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Bagi kami, kedaulatan pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang kesejahteraan petani dan masa depan generasi mendatang,” imbuhnya.
Lamongan Perkuat Peran sebagai Lumbung Pangan Jawa Timur
Prestasi dalam Wilwatikta Awards 2026 semakin memperkuat posisi Lamongan sebagai salah satu daerah penyangga pangan utama di Jawa Timur.
Peningkatan produksi padi, perluasan area tanam, serta keberhasilan melampaui target LTT menjadi indikator positif dalam pengembangan sektor pertanian.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat.
Upaya tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga produktivitas pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga memastikan sektor pertanian mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Dengan capaian tersebut, Lamongan diharapkan terus berkontribusi dalam menjaga ketersediaan beras dan memperkuat ketahanan pangan di Jawa Timur maupun nasional.












