Bencana AlamBeritaBerita DaerahDaerahJatim

Karhutla Jatim Capai 11.449 Hektare

Editor: ibn
×

Karhutla Jatim Capai 11.449 Hektare

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA, Jatim Mandiri

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jatim sepanjang 2026 mencapai 11.449 hektare dalam 184 kejadian di 26 kabupaten. Terbaru, BNPB mengalihkan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan demi mendukung penanganan di Jatim.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, penanganan karhutla memerlukan kesiapsiagaan dan perencanaan jangka panjang, terutama di kawasan pegunungan serta konservasi.

“Tahun ini karhutla terjadi di Taman Baluran, Gunung Raung, Gunung Argopuro, Gunung Bromo dan Gunung Arjuno, maka kami lakukan perencanaan jangka panjang untuk mitigasi bencana ini,” kata Khofifah, Senin (26/10).

Pemprov Jatim menjalankan OMC bersama BMKG dengan menyasar kawasan Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, dan wilayah rawan lainnya. Pemprov juga berkoordinasi dengan BNPB untuk mendukung pemadaman melalui water bombing dan drone water spray.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, pengalihan armada mempertimbangkan kebutuhan lapangan dan keselamatan penerbangan.

Kalimantan Barat tetap didukung tujuh pesawat water bombing dan dua pesawat patroli atau OMC. Kalimantan Selatan masih memiliki sembilan pesawat OMC dan patroli serta enam helikopter water bombing.

Di Kalsel, penanganan lebih diutamakan melalui OMC menggunakan es kering (dry ice) dan natrium klorida (NaCl) untuk memicu pembentukan hujan. Khofifah juga menerbitkan surat edaran pelaksanaan salat istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau.

“Kita satukan langkah untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi karhutla, sekaligus meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan,” ujarnya.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan dukungan sarana, prasarana, dan personel. Ia mengingatkan masyarakat tidak membakar lahan karena tindakan tersebut merugikan lingkungan serta membahayakan warga dan petugas.

“Jangan ada pembakaran lagi karena dampaknya merugikan kita semua. Banyak dampak negatif yang kita rasakan, sementara saudara-saudara kita juga berupaya memadamkan api,” kata Kristomei. (*/ibn)

Baca Juga  Perkuat Sinergi CJS, Kapolres Mojokerto Boyong PJU Sambangi Kejari dan PN
Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jakarta, Jatim Mandiri Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggagalkan upaya penyelundupan ekspor emas ilegal seberat 25,88 kilogram…

Berita

Surabaya, Jatim Mandiri Ledakan yang diduga berasal dari tabung Elpiji merusak 12 rumah di Jalan Kupang Segunting, Kecamatan Tegalsari, Surabaya,…

Berita

Malang, Jatim Mandiri Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS mengajak masyarakat memperkuat sinergi menjaga keamanan sekaligus merawat identitas…