Ekonomi

SKK Migas Tawarkan 43 Temuan Migas untuk Dikembangkan

Penulis: Habib Al Bay Haqqi
×

SKK Migas Tawarkan 43 Temuan Migas untuk Dikembangkan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sanur, Jatim Mandiri – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menawarkan peluang investasi pengembangan 43 temuan migas yang berada di cekungan dalam tahap eksplorasi. Penawaran itu disampaikan Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus dalam ASEAN Council on Petroleum (ASCOPE) 2026 di Sanur, Bali, Senin (26/10). Tahun untuk tanggal tersebut tidak disebutkan dalam informasi yang tersedia.

“Terdapat peluang investasi bagi investor, yakni pengembangan 43 temuan migas di cekungan yang masih dalam tahap eksplorasi,” ujar Rikky. Peluang tersebut diarahkan kepada investor yang berminat mengembangkan temuan minyak dan gas bumi di wilayah eksplorasi. SKK Migas menyebut pengembangan temuan sebagai salah satu bentuk investasi yang dapat dilakukan di sektor hulu migas.

Tampilkan Gambar Gambar dari jatimmandiri.id

Dari 43 temuan yang disebutkan, terdapat temuan migas yang belum dikembangkan atau berstatus underdeveloped discoveries. Ada pula rencana pengembangan lapangan migas yang tertahan, disebut stranded PODs. Kedua kondisi tersebut menjadi bagian dari peluang yang ditawarkan, meski rincian lokasi maupun nilai investasinya tidak disebutkan dalam informasi sumber.

Rikky menjelaskan, Indonesia memiliki 128 cekungan sedimen. Jumlah tersebut mencerminkan potensi hulu minyak dan gas bumi nasional. Selain potensi cekungan, Indonesia memiliki cadangan terbukti minyak sebesar 2,3 miliar barel serta gas bumi sebesar 35 triliun kaki kubik atau TCF. Cadangan itu tersebar di 168 blok migas.

“Peluang pengembangan mencakup wilayah yang telah berproduksi maupun kawasan eksplorasi baru,” kata Rikky. Selain pengembangan 43 temuan, SKK Migas menawarkan investasi di 20 cekungan yang telah berproduksi. Investor juga dapat melakukan eksplorasi di 65 cekungan frontier, yaitu wilayah yang masih minim kegiatan eksplorasi.

Baca Juga  Pemkab Lamongan Dukung Survei Seismik Lamturo untuk Eksplorasi Cadangan Migas

Dengan demikian, penawaran SKK Migas mencakup beberapa tahapan kegiatan hulu migas: pengembangan temuan yang sudah ada, investasi pada cekungan berproduksi, dan eksplorasi di wilayah frontier. Informasi yang disampaikan tidak merinci nama cekungan, perusahaan yang dituju, maupun jadwal pelaksanaan setiap kegiatan tersebut.

“Prioritas kami adalah mempertemukan potensi dengan strategi investasi yang tepat, serta mempercepat konversi potensi menjadi produksi,” ucap Rikky. Pernyataan itu menegaskan arah penawaran, yakni menghubungkan potensi migas dengan investasi agar dapat dikembangkan menjadi produksi. SKK Migas menawarkan peluang tersebut kepada investor dalam kegiatan ASCOPE 2026 di Bali.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Desti Melanti sebelumnya menyampaikan bahwa stimulus fiskal yang menarik dapat mengubah potensi migas Indonesia menjadi produksi. Ia menjelaskan, mandat sektor hulu migas untuk mencapai dan memenuhi target produksi serta lifting migas nasional berkaitan dengan sejumlah isu yang perlu dikawal.

Isu tersebut meliputi kepastian hukum, kepastian investasi, dan kepastian stimulus fiskal yang dapat memberikan peningkatan investasi. Desti meyakini daya tarik sektor hulu migas Indonesia dapat menarik minat investor apabila hal-hal tersebut terpenuhi. Indonesia juga perlu terus melakukan penemuan cadangan baru yang nantinya berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *