Kediri, Jatim Mandiri
Sebanyak 406 peserta dari berbagai kabupaten dan kota mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) II Woodball Jatim 2026 untuk meningkatkan prestasi dan memperkuat regenerasi atlet. Kompetisi yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Kabupaten Kediri ini mempertandingkan berbagai nomor dan kelompok usia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin menilai kejuaraan ini bukan hanya menjadi sarana mengembangkan potensi atlet. Tapi juga membentuk kedisiplinan, sportivitas, konsentrasi, dan kemampuan mengambil keputusan. Kegiatan ini juga berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Sekretaris Umum KONI Jatim Akmal Boedianto menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan dan pengenalan woodball kepada pelajar untuk menjaring bibit atlet.
Ketua Umum Pengurus Provinsi Ikatan Woodball Indonesia (IWbA) Jatim Moh. Ali Kuncoro mengatakan, kejuaraan kedua ini melanjutkan kompetisi sebelumnya di Kabupaten Tulungagung pada April 2026.
Pertandingan mencakup kelompok youth U-12, U-18, U-23, dan senior. Kelompok U-23 diarahkan untuk mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027.
Panitia bidang teknik dan delegasi Ahmad Southon Habibi menjelaskan, kompetisi mempertandingkan nomor fairway dan stroke, meliputi kategori tunggal, ganda, beregu, dan campuran. Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah menurunkan 44 atlet.
Ketua KONI Kabupaten Kediri Hakim Rahmadsyah Parnata mendorong perluasan pembinaan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan pengenalan woodball kepada guru olahraga. Kejurprov ini diharapkan menjadi sarana evaluasi pembinaan, meningkatkan pengalaman bertanding, serta memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan lembaga pendidikan untuk melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (syd/ibn)













